Pantai Padang Jadi Lautan sampah

Pantai Padang dipenuhi sampah
Pantai Padang dipenuhi sampah (Halbert Caniago)

PADANG, KLIKPOSITIF - Objek wisata Pantai Padang menjadi lautan sampah setelah hujan deras melanda sejak Selasa 28 Januari 2020.

Dari pantauan KLIKPOSITIF .com di lapangan, sekitar seratusan meter Pantai Padang , dekat Tugu Merpati dipenuhi sampah pada Rabu 29 Januari 2020.

baca juga: Kubus Apung Dipasang Kembali, DLH: Lokasi Ini Lebih Pas

Tumpukan sampah memenuhi lokasi yang dijadikan tempat untuk berjualan oleh masyarakat yang berada di garis pantai tersebut.

Sampah di tempat wisata itu selalu dipenuhi sampah saat air sungai mulai tinggi.

baca juga: Pemko Padang Kekurangan Anggaran untuk BLT Kedua

"Biasanya memang sampah banyak saat hujan deras. Mungkin ini sampah dari sungai," kata Anton (31), salah seorang warga.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Mairizon mengatakan bahwa sampah tersebut berasal dari sungai.

baca juga: ITP, Kampus Pencetak Mahasiswa yang Siap Berkompetisi dalam Dunia Industri

" Sampah ini berasal dari hulu sungai mengarah ke muara ini. Sebelumnya sampah ini menumpuk di Palung Sungai dan saat hujan deras sampah itu hanyut sampai ke sini," ujarnya.

Menurutnya, tumpukan sampah itu bukan terjadi kemarin sore saja, melainkan sejak bertahun-tahun lalu.

baca juga: Khawatir Zat Berbahaya Kantong Plastik, Masjid di Padang Gunakan Besek Bambu untuk Bungkus Daging Kurban

"Prosesnya itu saat debit air sungai naik, dan pasang air laut juga naik, membuat sampah yang ada di palung sungai terhempas ke pantai," lanjutnya.

Sampah itu telah tercampur antara sampah organik dan anorganik. Selain itu, sampah yang ada di Pantai Padang juga sudah banyak yang hancur.

"Untuk mengantisipasi ini agar cakupannya berkurang, kita mengadakan penyediaan kubus apung. Alat ini digunakan untuk menjaring sampah agar tidak sampai lagi ke daerah hilir ini," lanjutnya.

Kubus apung tersebut akan dipasang di dekat hilir muara, sehingga sampah tidak lagi sampai ke pantai yang notabenenya merupakan lokasi wisata.

"Dalam perencanaannya, kubus apung ini akan kami pasang pada April atau Mai mendatang. Anggarannya 450 juta," ujarnya.

Menurutnya, seharusnya setiap sungai yang mengarah ke laut harus dipasang kubus apung.

"Jika nanti terkendala dana, kami akan prioritaskan daerah aliran banjir kanal ini," lanjutnya.

Sementara itu, untuk mengatasi sampah yang sudah menumpuk saat ini, pihaknya akan mengangkutnya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang terletak di daerah Anak Air, Kecamatan Koto Tangah.

"Kami tidak akan mengubur sampah ini. Karena semuanya sudah bercampur. Selain itu, kami tidak boleh melakukan pengelolaan sampah di daerah yang bukan merupakan lokasi pengelolaan sampah ," tutupnya.

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Rezka Delpiera