Pasca Dipinang PSIM Yogyakarta, Ini Kata Seto Nurdiyantoro

Seto Nurdiyantoro dalam postingan akun resmi @psimjogja_official
Seto Nurdiyantoro dalam postingan akun resmi @psimjogja_official (Instagram PSIM Jaya)

YOGYAKARTA, KLIKPOSITIF - Manajemen PSIM Jaya resmi datangkan mantan pelatih klub Liga 1 PS Sleman, Seto Nurdiantoro , Rabu 29 Januari 2020.

Perkenalan tersebut berlangsung di Pendopo Wisma PSIM yang juga dihadiri oleh CEO PT PSIM Jaya, Bambang Susanto dan Ketua Dewan Pembina PSIM Yogya, Haryadi Suyuti.

baca juga: Piala Dunia U-20 Berlangsung Mei 2021, Bagimana Nasib Liga 1 Indonesia?

Usai diperkenalkan sebagai pelatih, Seto ungkap alasannya menerima pinangan PSIM Jaya. Selain memiliki visi yang sama, alasan atau faktor keluarga membuat dirinya yakin dan menerima untuk menjadi arsitek tim berjuluk Laskar Mataram tersebut.

"Saya sempat bertanya kepada keluarga dan anak serta istri saya tidak mengizinkan saya melatih di luar Yogyakarta. Kemudian juga ada sesepuh yang memberikan ultimatum untuk saya agar tidak melatih klub di luar DIY," ujar Seto.

baca juga: Liga 1, 2 dan 3 Akan Dimulai Awal 2021?

Ia menjelaskan sebelumnya dirinya sempat ingin menolak pinangan PSIM. Salah satu alasannya menurut pelatih berlisensi Pro AFC tersebut adalah tekanan dari suporter.

"Kepada suporter, meskipun Saya sempat membawa PSS naik ke Liga 1 dan bertahan di sana, Saya tidak bisa menjamin hal serupa. Tapi harapannya semoga kita bisa lebih bagus lagi dan mari saling kerja keras agar PSIM lebih berprestasi lagi," katanya.

baca juga: Kompetisi di Tengah Pandemi, PSSI Buat Buku Panduan

Bergabungnya Seto ke PSIM sebetulnya bukan hal pertama dilakukannya karena pada 2013 hingga 2015, ia sempat melatih PSIM. Apalagi saat berkarir sebagai pemain sepakbola, ia menyudahinya karir bersama PSIM.

Sementara itu, terkait pindahnya dirinya dari dari PSS ke PSIM, ia tidak mau membahas soal rivalitas antara kedua tim tersebut. Ia menambahkan bahwa dirinya hanya akan fokus melatih dan memberikan yang terbaik untuk PSIM.

baca juga: Shin Tae Yong: Saya Membutuhkan Kompetisi Liga 1 dan Liga 2

"Saya ini bukan aset Sleman, bukan Jogja, dan juga bukan Bantul. Saya asetnya DIY. Jadi secara profesional Saya akan bekerja maksimal dimana tempat saya bekerja," kata Seto Nurdiyantoro.

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Rezka Delpiera