Kementerian PUPR Kucurkan Rp2 Miliar untuk Perbaikan Rumah Warga di Pariaman

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

PARIAMAN , KLIKPOSITIF - Kementerian PUPR mengucurkan anggaran Rp2 milyar kepada Pemerintahan Kota Pariaman . Uang tersebut akan dialokasikan untuk peningkatan kualitas rumah warga.

Perihal tersebut dibebarkan oleh Kepala Bidang Perumahan Permukiman Dinas Perkim LH Kota Pariaman .

baca juga: Dua Desa Ini Wakili Kota Pariaman dalam Ikuti Lomba Tertib Lalu Lintas Tingkat Nasional

"Benar, Pariaman mendapat senilai Rp 2 milyar dari Kementerian PUPR . Uang tersebut kita pergunakan untuk merehab rumah warga yang rusak parah," jelas Muliawan, Kepala Bidang Perumahan Permukiman Dinas Perkim LH Kota Pariaman , Kamis 30 Januari 2020.

Muliawan mengungkapkan, untuk itu pihaknya sudah mendata sebanyak 121 unit rumah yang akan mendapatkan peningkatan kualitas.

baca juga: Walikota Pariaman Penuhi Undangan Menteri PUPR Bahas Terkait Pembangunan Infrastruktur

"121 unit rumah tersebut tersebar pada 7 desa dan kelurahan di Kota Pariaman ini. Bantuan ini merupakan program Rumah Swadaya 2020," kata dia.

Dikatakannya juga, rumah yang dapat bantuan tersebut merupakan rumah warga dengan kondisi rusak berat.

baca juga: Pemkab Pessel Anggarkan Bantuan Safari Ramadan Rp7,5 Juta Per Masjid dan Musala

Muliawan menuturkan, sebelumnya pihaknya mengusulkan 300 unit rumah warga untuk masuk pada program tersebut.

"300 unit yang kami usulkan itu untuk 21 Desa, Kelurahan. Tapi yang diterima hanya 121 unit rumah," jelasnya.

baca juga: Agendakan 55 Kunjungan, Begini Teknis Safari Ramadan Pemkab Pessel Tahun Ini

Muliawan juga menuturkan nilai uang yang akan diterima. "Calon penerima akan dapat bantuan sebesar Rp 17,5 juta, dimana Rp 15 juta untuk beli bahan dan Rp 2,5 juta untuk upah" kata dia.

Untuk saat ini, kata Muliawan lagi, pihaknya sedang melakukan sosialisasi. Setelah sosialisasi berjalan berlanjut dengan verifikasi data penerima program itu.

"Untuk verifikasi kami mulai diawal Februari 2020 dan itu direncanakan selama 3 Minggu," sebut Muliawan.

Penulis: Rehasa | Editor: Eko Fajri