10 Rumah dan 1 Musala Rusak Akibat Abrasi di Pasbar

Kondisi abrasi yang terjadi di Pantai Pasaman Barat.
Kondisi abrasi yang terjadi di Pantai Pasaman Barat. (Humas BPBD Pasbar)

PASBAR , KLIKPOSITIF -- Puluhan rumah warga dan satu musala rusak berat akibat abrasi di Karambia Ampek, Jorong Pondok Sasak, Nagari Sasak, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Kabupaten Pasaman Barat ( Pasbar ), Sumatera Barat, Minggu 22 Agustus 2016. Warga berharap, pihak terkait segera mencarikan solusinya karena jika dibiarkan membuat kawasan di sepanjang pantai Sasak tersebut akan ambrol.

"Abrasi yang terjadi disini semakin hari semakin meluas. Selain musala, rumah warga juga banyak yang hampir roboh dihantam abrasi," kata Wali Nagari Sasak, Arman pada wartawan Senin 22 Agustus 2016 siang.

baca juga: Dua Pejabat Positif COVID-19, Aktivitas Disdikbud Pasaman Barat Ditutup Sementara

Dikatakannya, pemerintah Nagari sendiri sudah menyurati Pemkab Pasaman Barat dan Provinsi Sumbar untuk mengatasi persoalan abrasi tersebut. "Dari jawaban yang kami terima, pihak terkait segera turun ke lokasi untuk melihat kondisi yang ada di lapangan," ujar Arman.

Sementara itu, salah seorang warga Sasak, Kasmanedi (30) mengatakan, abrasi di pantai Sasak ini terjadi secara terus-menerus dan setiap hari. Teranyar, Sabtu 20 Agustus 2016 lalu, ombak laut Sasak tinggi dan menghantam mushalla yang mengakibatkan teras dan pagarnya runtuh.

baca juga: Peduli Lingkungan, Pemuda Maligi Bebaskan Sungai dari Sampah Plastik

"Kemudian, besok harinya ombak kembali tinggi. Kali ini, bagian teras musala yang runtuh. Musala itu adalah satu-satunya milik kami disini. Jika terus dibiarkan tentu akan perlahan digerus," ujarnya.

Dia bersama lebih dari 614 KK yang tinggal di sekitar kawasan tersebut sangat berharap ada perhatian dari pemerintah setempat. Warga pun terpaksa memasang bronjong sementara untuk menahan ombak agar kondisi 10 rumah dan mushalla yang sudah terkena abrasi tidak semakin parah.

baca juga: Rehabilitasi Terumbu Karang, Seribu Miniatur Rumah Gadang Bakal di Tanam di Laut Pasbar

"Saat ini penghuni 10 rumah itu diungsikan ke tempat yang lebih aman atau di rumah sanak famili mereka sampai abrasi menyusut," ucapnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Tanggap Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasbar , Roni Eka Putra membenarkan abrasi yang terus terjadi di Pantai Sasak. Menurutnya, pihaknya juga sedang menyiapkan anggaran untuk pemasangan bronjong di sekitar abrasi yang ada untuk menahan hantaman ombak.

baca juga: Partai Ummat Minta Pemda Pasbar Jangan Bertumpu Pada APBD Semata, Ini Alasannya

"Kami sudah pernah turun kelapangan untuk melihat kondisinya. Memang ambrasi pantai semakin meluas. Kemungkinan dalam anggaran perubahan bisa kita masukan. Namun, kami juga berkoordinasi dengan provinsi dan pemerintah pusat agar disediakan anggarannya," jelasnya.

[Man St Pambangun - Malin Marajo]

Penulis: Agusmanto