Mengenang Sejarah Nagari Minangkabau, Pemnag akan Bangun Museum Tanduk Kerbau

Wali Nagari Minangkabau Imhar menyerahkan hasil Musrenbang nagari kepada Kepala Baperlitbang Alfian Jamrah disaksikan Camat Yetriwel.
Wali Nagari Minangkabau Imhar menyerahkan hasil Musrenbang nagari kepada Kepala Baperlitbang Alfian Jamrah disaksikan Camat Yetriwel. (irfan taufik)

TANAH DATAR , KLIKPOSITIF - Pemerintah Nagari Minangkabau , Kecamatan Sungayang, Tanah Datar , merencanakan membangun Museum Tanduk Kerbau. Pembangunan dianggarkan pada Anggaran Pembangunan Nagari 2021.

"Untuk mengenang dan melestarikan sejarah lahirnya Nagari Minangkabau sekaligus mengembangkan pariwisata, akan dibangun Museum Tanduk Kerbau," kata Wali Nagari Minangkabau Imhar saat Musrenbang , Rabu 5 Februari 2020.

baca juga: Pasien 012 Sembuh, Tanah Datar Zero Kasus Positif COVID-19

Imhar menyebut berdasarkan legenda atau cerita yang berkembang di tengah masyarakat, nama Nagari Minangkabau bermula dari peristiwa adu kerbau antara pendatang yang menguasai wilayah tersebut dengan masyarakat setempat.

Pada peristiwa adu kerbau tersebut menanglah anak kerbau milik masyarakat yang bertarung dengan induk kerbau milik para pendatang. Saat itu berteriaklah masyarakat "manang kabau, manang kabau". Dan sampai saat ini lebih dikenal Minangkabau .

baca juga: Ayo Dukung Tanah Datar Authentic Minangkabau Menang API 2020

Imhar memaparkan untuk mendukung pengembangan pariwisata di daerahnya, ada beberapa kegiatan yang dilakukan. Seperti, pengembangan wisata adat nagari, pelatihan adat untuk remaja, dan pengembangan objek wisata Bandar Gadang.

Sementara itu, Ketua Tim Musrenbang Pemkab Tanah Datar Alfian Jamrah memyampaikan pemerintah daerah sangat mendukung program pengembangan destinasi wisata di nagari.

baca juga: Kebakaran Lahan di Tanah Datar Nyaris Merembet ke Komplek Perumahan

Alfian menyebut dalam merancang pembangunan nagari harus diutamakan peningkatan kualitas sumberdaya manusia dan alam, pengamalan agama, adat, dan budaya, pengentasan kemiskinan dan pengangguran.

Kemudian, peningkatan infrastruktur, tata kelola pemerintahan yang baik, lingkungan hidup dan bencana alam, pengembangan pariwisata, pertanian, dan UMKM sebagai penggerak ekonomi daerah. (*)

baca juga: TMMD 108 Tanah Datar Ditutup, Kasrem: Hasil Pembangunan Mohon Dijaga

Penulis: Irfan Taufik | Editor: Rezka Delpiera