Pencarian 11 Nelayan Pessel Dihentikan

Tim BPBD Pessel yang tergabung dalam tim pencarian yang hilang di Pessel
Tim BPBD Pessel yang tergabung dalam tim pencarian yang hilang di Pessel (istimewa)

PESSEL , KLIKPOSITIF -Pencarian 11 nelayan asal Airhaji, Kecamatan Linggosari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan , Sumatera Barat, akhirnya dihentikan, Rabu sore, 5 Februari 2020 tadi.

Kasi Kedaruratan, BPBD Pesisir Selatan , Hasnul Karim, mengungkapkan pencarian dihentikan, setelah delapan hari pencarian. Sebab, sesuai SOP batas pencarian tim hanya sampai 7 hari.

baca juga: Silaturahmi Paslon RA-Rudi di Painan Dipadati Massa

"Karena masih nihil hari ini, Basarnas sudah berangsur ke Pangkalannya. Pencarian sudah resmi dihentikan," ungkapnya saat dihubungi KLIKPOSITIF .

Ia menjelaskan, selama delapan pencarian itu, pihaknya mengaku sudah melakukan upaya dengan maksimal. Selain, melakukan penyisiran tim juga melakukan penyelaman untuk mendeteksi keberadaan korban.

baca juga: Jelang Masa Tenang, Bawaslu Pessel Ingatkan Paslon Tidak Lakukan Ini

"Dan kita juga sudah melakukan pemantauan di pulau yang ada dekat Airhaji. Namun, hasilnya tetap nihil," jelasnya.

Ia berharap, keluarga korban agar bisa tabah dan bersabar terkait hasil pencarian yang telah dilakukan. Karena, memang selama pencarian dilakukan, tim tidak melihat tanda-tanda keberadaan korban.

baca juga: Hari Ini Total Kasus COVID di Pessel Capai 763 Orang

"Upaya yang maksimal sudah kita lakukan, tetapi Tuhan Yang Maha Kuasa belum memberikan petunjuk. Jadi kita harap, keluarga tabah dan sabar dan semoga ada kabar setelah ini," terangnya.

Tim gabungan mengakhiri pencarian sekitar pukul 18.00 WIB. Dikatakan, sesuai arahan Deputi Operasi dan Siaga Kantor Pusat Basarnas dan Kepala Kantor SAR Padang pencarian telah ditambah 1 hari.

baca juga: Di Tengah Pandemi, KPU Pessel Siagakan Petugas Berbaju Hazmat Untuk Pemilih Khusus

Pergerakan hari tadi, sesuai SAR MAP tim gabungan menggunakan sejumlah kapal mulai, RIB 02 Padang, KN Yudhistira, RIB 02 Mentawai.

Selama delapan hari itu, tim gabungan juga telah mengerahkan helikopter untuk pencarian korban. Dua hari helikopter diturunkan, namun, tidak juga membuahkan hasil.

Diketahui, 11 nelayan yang dilaporkan hilang dari Rabu 29 Januari 2020 lalu, di antaranya 10 ABK merek KMP Mitra Utama hilang karena hilang kontak, dan satu ABK Kapal Bagan merek Restu Ibu dinyatakan hilang terbawa arus gelombang.

Berikut ABK yang Dinyatakan Hilang

1. Izal (Bagan KMP Mitra Utama-Airhaji)

2. Engki (Bagan KMP Mitra Utama-Airhaji)

3. Endi (Bagan KMP Mitra Utama-Airhaji)

4. Iwil (Bagan KMP Mitra Utama-Airhaji )

5. Anto (Bagan KMP Mitra Utama-Airhaji)

6. Si'I (Bagan KMP Mitra Utama-Airhaji)

7. Oyon (Bagan KMP Mitra Utama-Airhaji)

8. Muamat (Bagan KMP Mitra Utama-Airhaji)

9. Kimun (Bagan KMP Mitra Utama-Airhaji)

10. Idit (Bagan KMP Mitra Utama-Airhaji)

11. Si' Al (Bagan Restu Ibu-Airhaji).

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Rezka Delpiera