139 Nelayan Alami Kecelakaan Tidak Miliki Asuransi, DPRD Pessel Nilai Pemda Lalai

Anggota Komisi II DPRD Pessel, Ikal Jonedi
Anggota Komisi II DPRD Pessel, Ikal Jonedi (Kiki Julnasri/Klikpositif.com)

PESSEL , KLIKPOSITIF - Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesisir Selatan , Sumatera Barat, Ikal Jonedi mendorong Dinas Perikanan setempat untuk lebih aktif lagi dalam mensosialisasikan program asuransi di daerah tersebut.

Ikal Jonedi mengaku miris melihat peristiwa kecelakaan nelayan yang terjadi akibat badai dan gelombang tinggi, Rabu 29 Januari 2020 lalu. Sebab, dari 139 nelayan yang terdampak, tidak satupun yang terdaftar asuransi .

baca juga: Hari Ini Pasien Sembuh COVID-19 di Pessel Bertambah 9 Orang, Positif Baru 5 Orang

"Kita harap ini harus jadi perhatian kita bersama, dan Dinas Perikanan harus lebih aktif dan lebih semaksimal lagi dalam melakukan sosialisasi," ungkap politisi Demokrat yang merupakan anggota dewan dari Dapil III (Sutera-Lengayang) ini saat diwawancarai KLIKPOSITIF , Rabu 5 Februari 2020.

Ia menilai, rendahnya pemahaman nelayan dalam ikut asuransi hari ini disebabkan, karena sosialisasi pemerintah yang kurang. Sebab, jika sosialisasi pemerintah kuat, nelayan tidak akan sulit untuk berasuransi.

baca juga: Pencarian Satu Korban Hanyut di Airpura Pessel Hingga Hari Ketiga Belum Membuahkan Hasil

"Ini kelemahan dan kelalaian pemerintah, PPL yang kurang aktif di bawah harus lebih digiatkan lagi. Terutama untuk informasi, itu harus jelas sampai pada masyarakat," terangnya.

Ia meminta, kondisi nelayan yang terjadi hari ini harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah setempat. Sebab, asuransi bukan hal yang sepele, tapi menyangkut jaminan jiwa para nelayan .

baca juga: Paslon 01 Pilkada Pessel Singgung Soal Wisata Halal, Paslon Urut 03 Sebut Hal Ini

"Kepada PPL di seluruh Kecamatan di Pesisir Selatan . Agar berperan aktif untuk memberikan informasi dan sosialisasikan kepada nelayan kita. Karena ini sangat penting untuk jaminan nelayan kita," tutupnya.

Sebelumnya, Dinas Perikanan (DP) Pesisir Selatan mencatat dari 139 orang nelayan yang mengalami kecelakaan laut, Rabu 29 Januari 2020 lalu, tidak satu-pun terdaftar sebagai peserta asuransi nelayan di daerah itu.

baca juga: 3 Jam Debat Kandidat Putaran Kedua, Ini Hasilnya

Dilaporkan, sebanyak 139 orang mengalami kecelakaan tersebut, diantaranya 31 orang nelayan asal Batangkapas, 30 asal Linggo Sari Baganti, 57 asal Koto XI Tarusan dan 21 orang dari Sutera.

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Rezka Delpiera