Dalam 2 Hari, Polres Bukittinggi Ringkus Tiga DPO Kasus Narkoba

Kapolres Bukittinggi Menggelar Jumpa Pers Bersama Wartawan
Kapolres Bukittinggi Menggelar Jumpa Pers Bersama Wartawan (KLIKPOSITIF/HATTA RIZAL)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIFKepolisian Resort Kota Bukittinggi menggelar Operasi Antik Singgalang 2020 selama 14 hari, terhitung 7-20 Februari 2020.

Hanya 2 hari, Polres Bukittinggi berhasil menangkap 3 pelaku yang sudah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus narkoba .

baca juga: Mike Tyson Diminta Jadi Duta Ganja Oleh Malawi

Kapolres Bukittinggi AKBP Iman Pribadi Santoso menyebut, tangkapan pertama terjadi pada pukul 00.30 WIB, Jum'at 7 Februari 2020, seorang pengedar narkotika diciduk di rumahnya di Jorong Parabek, Nagari Ladang Laweh, Kecamatan Banuhampu, Agam. Dari tangan tersangka polisi menyita barang bukti sebanyak 2,5 kilogram ganja. Tersangka berinisial MN (35).

Pada pukul 22.30 WIB, Polres Bukittinggi, kembali dengan Satresnarkoba juga menciduk RD (31) di depan SPBU Bypass. Pelaku tak berkutik, Polisi menyita barang bukti sebanyak 50 gram shabu, 3 paket kecil ganja seberat 6 gram, dan 10 butir pil extasi.

baca juga: Puluhan Pedagang Gorengan dan Kue Tradisional di Pariaman Dilatih Tingkatkan Kapasitas

Tak lama berselang, pada Sabtu 8 Februari 2020, sekitar pukul 01.30 WIB, Polisi terpaksa menahan seorang Ibu Rumah Tangga berinisial RP (33), di Kubang Putih Agam. Ia ditahan dengan bukti kepemilikan dua paket sabu seberat 0,6 dan 0,4 gram serta 10 butir pil extasi. Penangkapan tersangka RD berkaitan dengan RP.

"Ketiganya melanggar pasal 114, 112 dan 111 KHUP, ancaman hukumannya minimal 6 tahun penjara,''sebut Kapolres, Sabtu 8 Februari 2020.

baca juga: Bertemu Menko Polhukam dan Menpan RB, Walikota Pariaman Sampaikan Hal Ini

Kapolres Iman menyatakan, pihaknya akan mengembangkan kasus ini guna mempersempit peredaran narkoba di Bukittinggi.

Penulis: Hatta Rizal | Editor: Eko Fajri