Dapat Hadiah Umrah dari Aqua Dwipayana, Air Mata Ruwiyati Menetes Deras Menjelang Magrib

Ruwiyati (dua dari kanan) dan anak bungsunya (tengah) bersama Aqua Dwipayana dan keluarganya di Pasar Melati Kopeng Salatiga.
Ruwiyati (dua dari kanan) dan anak bungsunya (tengah) bersama Aqua Dwipayana dan keluarganya di Pasar Melati Kopeng Salatiga. (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF - Kehadiran Aqua Dwipayana dan keluarganya di Pasar Melati Kopeng Salatiga, Sabtu (8/2/2020) sore, menjelang Magrib, bagaikan "malaikat" bagi Ruwiyati, perempuan berusia 43 tahun yang saban hari, berjualan tahu goreng di kawasan pasar tersebut.

Pasalnya, di tegah impiannya untuk berangkat Umrah , Aqua Dwipayana dan keluarganya datang untuk memberikan hadiah Umrah gratis kepada Ruwiyati. "Saya sudah lama ingin umrah . Hari ini saya ketemu "malaikat" yang memberi saya hadiah ke Tanah Suci. Rasanya seperti mimpi," ungkap Ruwiyati dengan mata berkaca-kaca.

baca juga: PPIU Harus Prioritaskan Keberangkatan Jemaah Umrah Terdampak Kebijakan Saudi

"Terima kasih Ibu dan Bapak atas hadiah umrahnya. Berapa uang yang harus saya siapkan untuk biaya umrah tersebut?" tanya Ruwiyati kepada Aqua Dwipayana , motivator nasional sekaligus pakar komunikasi , dengan suara terbata-bata diiringi air matanya yang menetes deras.

Hadiah umrah gratis yang diberikan Aqua Dwipayana bukan tanpa alasan. Aqua dan keluarganya memberikan hadiah kepada Ruwi-begitu Ia disapa-karena menurut Aqua, karena Ruwi orangnya sederhana, polos, dan baik sekali. Itu terlihat dari tutur kata dan perilakunya.

baca juga: Alami Gejala Seperti Corona Sepulang dari Umrah, Tiga Warga Solsel Dirujuk ke RSUP M Djamil

Ruwi lebih sering menggunakan bahasa Jawa dari pada bahasa Indonesia. Paling utama sebagai pedagang tahu, Ibu dua anak dan satu cucu itu selalu bersikap sopan sama semua orang. Tidak pernah memaksakan ke pengunjung untuk membeli dagangannya. Kondisi itu berbeda dengan kebanyakan pedagang keliling lainnya yang perilakunya suka memaksa pengunjung untuk membeli dagangannya.

"Sikap positif Ruwi itu yang membuat kami memberi perhatian lebih padanya, apalagi kami sekeluarga juga sudah lama kenal dengan Ruwi. Setiap membeli tahunya, istri saya, Retno, selalu melebihkan uangnya beberapa kali lipat dari yang seharusnya kami bayar. Tapi, Ruwi yang lugu tidak serta merta hanya menerima uang tersebut. Beliau suka melebihkan tahunya dari yang kami pesan," katanya.

baca juga: 43.874 Jemaah Umrah Pulang dari Saudi

Tidak hanya itu, Ruwi juga sering memberikan oleh-oleh berupa sayur-sayuran dan krupuk. Sekali-kali, juga dibawakan jagung rebus yang dibeli dari temannya sesama pedagang di Pasar Melati Kopeng Salatiga. Jumlahnya lumayan banyak. "Saking banyaknya pemberian Ruwi, kami sering enggak enak hati," ujarnya.

Kehadiran Aqua di Pasar Melati Kopeng Salatiga, Jateng, sudah menjadi kebiasaan jika hendak berkunjung ke Yogyakarta dengan satu tujuan: silaturahim ke Ruwi, penjual tahu goreng keliling yang sejak pertama kali ketemu beberapa tahun lalu, sudah memberikan kesan positif yang sangat mendalam.

baca juga: Kemenag Harap PPIU Jadwal Ulang Keberangkatan Umrah Jemaah

Begitu ketemu Ruwi, mantan wartawan Nasional berdarah Minang itu bersama istrinya, kemudian menanyakan kepada Ruwi apakah ada keinginan untuk berangkat umrah . Kemudian, Ruwi pun spontap menjawab "Sangat ingin sekali umrah Bu,"

"Mendengar jawaban itu, istri saya kemudian menyampaikan ke Ruwi bahwa kami sekeluarga memberikan hadiah umrah kepada Ruwi. Semuanya gratis. Bahkan diberi uang saku yang jumlahnya lumayan. Ruwi kemudian kaget dan nyaris tidak percaya dengan yang disampaikan Retno," imbuhnya.

Aqua juga menuturkan bahwa keberangkatan Ruwi ke Tanah Suci juga sudah disampaikan ke anggota jamaah umroh The Power of Silaturahim (POS) II Dewi Kartikasari dan anggota umroh POS IV Yuli Purwanto. Keduanya, kata Aqua, sama-sama tinggal di Salatiga.

"Jamaah POS II dan IV itu nantinya akan membantu Ruwi untuk mengurus semua persyaratan umrahnya, termasuk pengurusan paspor di kantor Imigrasi Semarang. Untuk seluruh biayanya sepenuhnya kami bantu. Jika semua persyaratannya sudah lengkap, Insya Allah, Senin depan dimulai pengurusannya," beber Aqua.

Bagi Ruwi yang asli Grabag, Magelang, berangkat ke Tanah Suci terasa mimpi. Beliau nyaris nggak percaya dengan hadiah itu. Apalagi dengan penghasilannya yang pas-pasan sebagai pedagang tahu goreng. Tahu mentah diambil dari pembuatnya. Kemudian digorengnya. Dijual Rp 500 per potong.

Ruwi sudah sekitar 13 tahun jualan tahu goreng. Memilih makanan itu karena mudah mengolahnya dan gampang menjualnya. Setiap jualan membawa sekitar 800 potong tahu goreng. Menjualnya sejak pukul 10.00 sampai sore.

"Alhamdulillah selalu habis. Sebelum jualan tahu goreng, saya pernah menjual ampiang, kacang yang dicampur dengan gula merah," kata Ruwi.

Beliau jualan tahu goreng untuk membantu ekonomi suaminya, Sarju, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan. "Kalau sedang sepi, biasanya suami saya tidak bekerja alias menganggur," ungkapnya.

Semoga ibadah umrah Ruwi dan rombongan POS IV lancar, barokah, dan mabrur. Aamiin ya robbal aalamiin.(rel)

Editor: Riki Suardi