Evakuasi Pendaki Marapi, Korban Sempat Minta Telpon Jokowi

Suasana Evakuasi Rehan
Suasana Evakuasi Rehan (Doc Bukittinggi Rescue Team)

BUKITINGGI, KLIKPOSITIF —Operasi penyelamatan Rehan Fadilla (17), pendaki yang terjatuh dan terluka di Puncak Marapi pada Minggu 9 Februari 2020 berhasil dilakukan. Ia dievakuasi Tim SAR Gabungan dan proses evakuasi selesai dilakukan sekitar pukul 00.30 WIB Senin, 10 Februari 2020.

Salah satu tim yang terlibat dalam evakuasi adalah Bukittinggi Rescue Team (BRT). Ada 7 personil yang diturunkan BRT ke lokasi kejadian. Anggota BRT yang terlibat, yakni Doni dan Awal Hidayat yang ditemui KLIKPOSITIF menceritakan evakuasi berlangsung dramatis dan terkendala medan ekstrem.

baca juga: Bawa Sabu, Seorang Pria Ditangkap di Depan Mapolres Pariaman

Namun berkat kerjasama antara Basarnas, PMI Bukittinggi, Ranger Posko Pendakian dan BRT, akhirnya Rehan berhasil diturunkan dengan menggunakan tandu basket secara estafet.

''Korban dibawa turun selepas magrib hari itu, dari Pintu Angin. Cukup sulit karena medan licin, sebelumnyakan hujan, pohon tumbang pun ada, terutama di ketinggian 2800-2200 meter,'' kata Doni, di Sekretariat BRT, di Bukik Apik Bukittinggi.

baca juga: Proses Verifikasi Faktual Pilkada di Pessel Berjalan Lancar

Saat ditandu, kata Doni, Rehan mengalami halusinasi, mungkin karena efek benturan di kepalanya yang menimbulkan pendarahan.

"Dia sempat minta tolong telponkan Jokowi, kesadarannya menurun dan sulit berkomunikasi. Terkadang dia berontak, setelah ditenangkan, evakuasi dilanjutkan, begitu terus hingga ke bawah,'' ujarnya.

baca juga: Pantai SUTA Kampung Pandan, Objek Wisata 90-an yang Kini Hadir Kembali

Rehan, pendaki amatir asal Padang yang berbobot berat itu, akhirnya sampai di Posko Pendakian Koto Baru pukul 00.30 WIB, selanjutnya ia langsung dibawa ke rumah sakit. Rehan melakukan pendakian bersama temannya Arif Pratama (17), ia baru perdana ke Marapi tanpa safety yang memadai.

"Kita harapkan para pendaki memakai safety yang cukup agar terhindar dari bencana,'' pungkasnya

baca juga: Pemko Padang Targetkan Pertumbuham Ekonomi Tak Minus

BRT merupakan relawan sosial kemanusiaan di Bukittinggi yang dipimpin Agus Rizal, beranggotakan sebanyak 170-an relawan dan sudah berdiri sejak 2015. Dalam sejumlah aksi kemanusiaan, seperti evakuasi korban, BRT terlibat aktif sesuai standar Basarnas sehingga kehadirannya mendapat respon positif dari masyarakat.

Penulis: Hatta Rizal | Editor: Ramadhani