Sumbar Darurat Bencana, Pacific Partnership 2016 Bahas Upaya Penanggulangan

Analisa BNPB pada tahun 2012 menunjukkan  selain Yogyakarta, Sumatera Barat merupakan wilayah dengan resiko bencana paling tinggi
Analisa BNPB pada tahun 2012 menunjukkan selain Yogyakarta, Sumatera Barat merupakan wilayah dengan resiko bencana paling tinggi (KLIKPOSITIF/Vendo Olvalanda S)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Barat bekerja sama dengan berbagai lembaga internasional yang tergabung atas program Pacific Partnership 2016 dalam mempersiapkan penanggulangan bencana di Sumatera Barat.

Sumatera Barat ternyata dinyatakan sebagai provinsi rawan bencana dengan penduduk terbanyak di Indonesia. Karena itu, tadi pagi, berbagai lembaga internasional yang tergabung dalam program Pacific Partnership 2016 bersama BNPB dan BPBD Sumatera Barat membicarakan berbagai program penanggulangan bencana untuk Sumatera Barat ke depannya, di UPT BNPB , Jalan Raya Indarung Kilometer 8, Selasa, 23 Agustus 2016.

baca juga: Peringati Hari Santri, Ini Harapan Pimpinan Pondok MTI Ashabul Kahfi di Pessel Pada Umat

"Lewat analisa yang dilakukan BNPB pada tahun 2012, selain Yogyakarta, Sumatera Barat merupakan wilayah dengan resiko bencana paling tinggi dan penduduk paling banyak di Indonesia. Sejak saat itu, Sumbar dikenal sebagai super marketnya bencana Indonesia. Hal itu menjadi salah satu alasan kami mengupayakan sesegera mungkin merealisasikan berbagai program penanggulangan bencana," ujar Ian Figgin dari World Food Program.

World Food Program sendiri tengah menjalankan program di bidang logistik. Mulai dari penyediaan, penyimpanan, pendistribusian, hingga transportasi untuk skala besar.

baca juga: Diskominfo Padang Beri Pelatihan Singkat Kepada KIM

Selain WFP, USAID/OFDA, Mercy Corps, dan Pacific Disaster Center juga ikut serta dalam perencanaan berbagai program penanggulangan bencana pada kegiatan Pacific Partnership 2016 ini. Program-program yang mereka presentasikan tersebut rata-rata sudah dalam pengerjaan. Seperti pengadaan SDM dan daerah siap bencana, media dan komunitas sosialisasi, dan perencanaan simulasi bencana pada bulan November mendatang.

Kepala BPBD Sumbar , Zulfiatno mengaku sangat terbantu dengan adanya program semacam ini.

baca juga: Petugas Lapas Pariaman Amankan 124 Paket Ganja dan 0,24 Kg dari 3 Napi

"Kerja sama kita cukup baik. Banyak terwujud wadah-wadah koordinasi. Baik antara masyarakat dengan pemerintah maupun dengan dunia usaha. Termasuk Pemprov Sumbar , mereka merasa terbantu dalam penguatan kapasitas SDM untuk penanggulangan bencana di daerah sendiri. Mudah-mudahan apa yang kita dapatkan saat ini, jadi pembelajaran untuk daerah lainnya," ucapnya.

Pacific Partnership merupakan program memperkuat kemaritiman dan penanggulangan kebencanaan antar negara. Telah terlaksana sebanyak lima kali di Indonesia, sejak tahun 2006. Saat ini, Pacific Partnership 2016 berlangsung di Padang dan bekerja sama dengan tujuh negara. Di antaranya, Australia, Kanada, Jepang, Selandia Baru, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Indonesia.

baca juga: Lantik Dewas PDAM, Wabup Pessel Minta PDAM Selesaikan Persoalan Ini

Berlangsung sejak tanggal 10 Juli hingga 31 Agustus 2016, Pacific Partnership 2016 dibuka oleh Panglima TNI Mayjen Agung R di Mako Lantamal II Teluk Bayur Padang, Senin, 22 Agustus 2016.

[Vendo Olvalanda S]

Penulis: Ramadhani