Tidak Hanya CK, Pasangan Suami Istri Asal Padang Pariaman Diduga Juga Jual Lima Anak Dibawah Umur

Salah satu pelaku yang diduga memperjual belikan anak dibawah umur
Salah satu pelaku yang diduga memperjual belikan anak dibawah umur (Ist)

PARIAMAN , KLIKPOSITIF - Kasus dugaan eksploitasi anak yang dialami CK, dan diduga dilakukan oleh pasangan suami istri (Pasutri) asal Kabupaten Padang Pariaman , yang diamankan oleh Satpol PP Kota Pariaman di GOR Rajo Bujang terungkap bahwa ada korban lain yang diduga diperdagangkan oleh AYY (23) dan suaminya IS (23).

Kasi Penyidik Pol PP Pariaman , Alrinaldi mengatakan, saat dimintai keterangan CK menyebutkan bahwa tidak hanya dia sendiri yang dijual seharga Rp150.000 hingga Rp200.000 untuk disetubuhi, melainkan ada sekitar 5 orang gadis belia lainnya.

baca juga: Corona Kembali Meningkat, Kemenag Terbitkan Edaran Pembatasan Kegiatan Rumah Ibadah

"CK mengaku tidak hanya dia sendiri yang diperjual belikan oleh Pasutri AYY (23) dan IS (23). Masih ada 5 orang lagi yang senasib dengannya," kata Alrinaldi mengungkapkan pernyataan korban," Selasa 11 Februari 2020.

Alrinaldi menambahkan, semua korban dipromosikan, diatur jam persetubuhan dan ditawar harga oleh kedua pasutri tersebut.

baca juga: Perlancar Vaksinasi Gotong Royong, Pemerintah Tambahan Satu Juta Dosis Vaksin Sinopharm

"AYY dan IS mengaku juga bahwa tidak hanya CK yang di perjualbelikan pada pria hidung belang. Mereka membenarkan masih ada 5 orang yang diperjualbelikan," ungkapnya.

Berdasarkan pengakuan para tersangka ini maka Kasi Penyidik menyadari Kasus ini bukan lagi menjadi Ranah Penyidik Pol PP (PPNS Penegak Perda) namun merupakan ranah Penyidik POLRI karena patut diduga merupakan Perkara Pelanggaran Terhadao UU No. 23 Tahun 2002 jo UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak Pasal 76 huruf l dan Pasal 88, yang mana hal tersebut sedang menjadi isu dunia internasional yaitu sering disebut ESKA (Eksploitasi Seksual Komersial Anak).

baca juga: Indonesia Terpilih sebagai Anggota Reguler GB ILO 2021-2024

Mempertimbangkan hal tersebut Kasi Penyidik menghubungi Kasat Pol PP & Damkar (Elfis Chandra) yang kebetulan sedang Dinas Luar ke Pekanbaru, Kasat mengarahkan Penyidik untuk berkoordinasi dengan Kasat Reskrim Polres Padang Pariaman selaku Korwas PPNS dan Kasat Reskrim memberikan petunjuk untuk menghubungi Kanit PPA.

Kanit PPA kemudian melakukan penyelidikan awal di Mako Pol PP jg membaca hasil BAP PPNS serta juga Interogasi langsung pada seluruh tersangka dan Kanit PPA juga sependapat kasus ini adalah masuk ranah Undang-Undang dan meninta Pol PP untuk melimpahkan Kasus kepada penyidik pihak kepolisian.

baca juga: Revisi UU ITE, DPR Sebut Tunggu Draf Dari Pemerintah

Penulis: Rehasa | Editor: Eko Fajri