Temui Jokowi, Direktur Pelaksana Bank Dunia Sampaikan Hal Ini

Mantan Menteri Perdagangan Indonesia di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Mari Elka Pangestu.
Mantan Menteri Perdagangan Indonesia di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Mari Elka Pangestu. (Suara.com)

KLIKPOSITIF - Direktur Pelaksana Kebijakan Pembangunan dan Kemitraan untuk Bank Dunia Mari Elka Pangestu menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (11/2/2020).

Dalam pertemuannya, Mari menyampaikan ada sejumlah pembahasan salah satunya mengupdate situasi perekonomian dunia.

baca juga: BI: Rp 710 Miliar Modal Asing Masuk Pada Pekan Ketiga Oktober

"Tentunya saya datang untuk menyampaikan terima kasih bahwa Presiden telah menominasi nama saya untuk posisi pelaksanan direktur Bank Dunia dan kami membahas kira-kira apa nanti yang pekerjaan saya di Bank Dunia dan Presiden berharap saya bisa secara reguler mengupdate situasi dunia yang saat ini yang tentunya banyak isu dan tantangan," kata Mari.

Mantan Menteri Perdagangan era Presiden SBY itu mengatakan kondisi ekonomi secara global kekinian penuh dengan ketidakpastian. Indonesia sebagai negara berkembang tentunya harus melakukan antisipasi mengingat wabah virus corona turut menyebabkan ketidak pastian dalam pertumbuhan ekonomi dunia.

baca juga: Banyak Faktor Pengaruhi Pemulihan Ekonomi Global, Menkeu: Salah Satunya Vaksinasi dan Dukungan Fiskal

"Tentu apa tindakan-tindakan yang harus dilakukan oleh negara-negara yang sedang berkembang dalam mengantisipasi ketidakpastin global baik dari segi ekonomi maupun isu pembangunan berkelanjutan dan bagaimana kita mengantisipasi bahwa untuk tahun ini prediksinya pertumbuhan dunia akan lebih rendah daripada yang diperkirakan sebelumnya," jelasnya.

Lebih lanjut, Mari mengatakan jika pihakya turut membahas pertumbuhan asuransi dalam negeri.

baca juga: Kemenperin: Produk Olahan Singkong, Panganan dan Camilan Premium Digemari di Banyak Negara Eropa dan Amerika

Selain itu, progam intregasi ekonomi yang terjadi di ASEAN maupun Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dengan negara lainnya turut menjadi pembahasan.

"Maka itu kita juga membahas pentingnya untuk terus melanjutkan proses ataupun program intregasi ekonomi yang terjadi di ASEAN maupun RCIP yang melibtkan asian dengan enam negara yang lain," kata Mari.

baca juga: Ini Syarat Rumah Subsidi Hingga Dokumen Pendukung yang Perlu Anda Tahu

lebih lanjut, Indonesia kekinian masih berada dalam jalur yang tepat dalam hal-hal yang sifatnya pembangunan.eaki demikian, Mari menyebut jika Indonesia harus tetap melakukan antisipasi dalam menghadapi ketidakpastian tersebut.

"Jadi saya rasa Indonesia sudah dalam track yang tepat dalam kalau kita lihat isu pembangunan dan bagaimana negara-negara sedang berkembang, maupun maju harus bagaimana menyikapi ketidakpastian," tutup Mari. (*)

Editor: Eko Fajri