Gempa Padang Panjang Tak Pengaruhi Aktivitas Gunung Marapi

Gunung Marapi Tampak Dari Bukittinggi
Gunung Marapi Tampak Dari Bukittinggi (KLIKPOSITIF/HATTA RIZAL)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF - Gempa darat terjadi pada Kamis dinihari 13 Februari 2020, sekitar pukul 01.37 WIB, BMKG melansir gempa berkekuatan 4,1 skala richter pada kedalaman 10 kilometer. Gempa berpusat 8 kilometer timur laut Padang Panjang.

Goncangan gempa terasa di Bukittingggi hingga Payakumbuh, warga sempat panik. Belum ada laporan kerusakan akibat gempa ini.

baca juga: Sistem PPDB Tahun Ini Bikin Pelajar Terancam Putus Sekolah, Mario Syahjohan: Harus Segera di Evaluasi

Ahli Geologi Sumatera Barat Ade Edward menyebut, gempa terjadi akibat aktivitas Patahan Sumatera, persisnya di Segmen Sianok. Jalur gempa Segmen Sianok ini, membentang sejauh 90 kilometer dari Sumani lalu masuk lewat celah antara Marapi dan Singgalang menuju Ngarai Sianok sebelum berakhir di Palupuah.

Kendati guncangan gempa terasa lumayan kuat, terutama di daerah sekitar Gunung Marapi , aktivitas gunung setinggi 2.891 itu dilaporkan masih seperti biasa.

baca juga: Cegah Konflik Ditengah Masyarakat, Sekda: FKDM Harus Berperan Aktif

"Pasca gempa , tak terpantau peningkatan aktivitas Marapi ,'' sebut Petugas Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Marapi , Rio Andika.

Hingga kini sebutnya, aktivitas Marapi masih seperti biasa, Waspada Level II yang berarti radius 3 kilometer dari kawah dilarang di dekati dan sudah berlaku sejak Agustus 2011.

baca juga: Lakukan Perlawanan, Polres Padang Pariaman Bekuk Pelaku Penusuk Wanita dengan Timah Panas

''Masyarakat kita imbau untuk tetap tenang dan tak terpengaruh isu-isu yang menyesatkan,'' pungkasnya.

Dalam catatan KLIKPOSITIF , Marapi terakhir kali meletus pada Rabu 2 Mei 2018 dengan tinggi kolom letusan mencapai 4.000 meter. Setelah kejadian itu hingga hari ini Marapi belum pernah meletus.

baca juga: Gambar Wali Kota Padang Diduga Jadi Cover Buku LKS , DPRD Akan Panggil Dinas Pendidikan

Penulis: Hatta Rizal | Editor: Eko Fajri