Ini Penyebab Banjir Selalu Terjadi di Bukittinggi

Banjir di Bukittinggi Pada Tahun 2018
Banjir di Bukittinggi Pada Tahun 2018 (KLIKPOSITIF/HATTA RIZAL)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF - Rasanya cukup aneh jika Bukittinggi yang berketinggian 900 meter diatas permukaan laut, sering dihantam banjir. Namun, hal ini terus terjadi kala hujan dengan intensitas tinggi menghantam wilayah itu.

Teranyar, Sabtu 8 Februari 2020, banjir terjadi di Bukittinggi, salah satu wilayah langganan yakni RT 1 RW 1 Kelurahan Pulai Anak Aia, kembali terendam banjir setinggi 1 meter. Banjir terjadi akibat hujan deras yang membuat sungai kecil di sana meluap menggenangi pemukiman warga.

baca juga: Presiden Jokowi: Indonesia Masuk 35 Negara Rawan Bencana

Sebelumnya, pada 19 Desember 2019, juga terjadi banjir, mungkin inilah banjir terparah, sebab ke 3 kecamatan di Bukititnggi terdampak dan secara tak langsung menyebabkan seorang warga meninggal.

Kenapa hal ini bisa terjadi? Ada beberapa faktor yang menyebabkannya, kata Reynaldo Sechuba dari BPBD Bukittinggi.

baca juga: Unand Kirim Tim Studi Dampak Gempa Sulbar

"75 persen kawasan Bukittinggi sudah terbangun, ini salah satu faktor,'' sebutnya saat dikonfirmasi KLIKPOSITIF , Kamis 13 Februari 2020

Faktor lainnya kata Reynaldo, tingginya curah hujan akibat pemanasan global berkontribusi terhadap banjir di Bukititnggi.

baca juga: BPBD Sumbar Perkuat Mitigasi Bencana

''Drainase kota meluap karena volume air dan sampah, yang terakhir adalah pesatnya pembangunan pada kawasan interland Bukittinggi dengan Agam yang mana tidak terdapat drainase atau air melimpah ke jalan,'' pungkasnya.

Banjir di Bukittinggi hanya berlangsung selama 1-2 jam, paling lama 3 jam sudah surut. Walau tergolong singkat, tapi sangat merepotkan jika sudah menggenangi pemukiman dan fasilitas umum.

baca juga: Jelaskan Penyebab Gempa Talaud 7,1 SR, BMKG Ingatkan Kemungkinan Gempa Lebih Besar

Pemerintah Bukittinggi tentu harus melakukan upaya untuk mencegah atau meminimalisir terjadinya banjir, sehingga penduduknya tak cemas ketika hujan deras datang melanda.

Penulis: Hatta Rizal | Editor: Rezka Delpiera