Isu Corona Merebak, Camat Situjuah Limo Nagari Imbau Warga agar Tidak Panik

Virus corona.
Virus corona. (net)

LIMA PULUH KOTA , KLIKPOSITIF - Berkembangnya informasi terkait adanya salah seorang warga Kecamatan Situjuah Limo Nagari Kabupaten Lima Puluh Kota yang diduga terjangkit virus corona memunculkan kekhawatiran di tengah-tengah warga di daerah tersebut.

Menanggapi kondisi itu, Camat Situjuah Limo Nagari, Rahmad Hidayat meminta warganya untuk tidak panik menanggapi informasi itu.

baca juga: Termasuk Mantan Kepala Inspektorat Lima Puluh Kota, 3 Tersangka Dugaan Korupsi Transmigrasi Ditahan

"Memang jadi perbincangan warga terkait corona ini, tapi kami minta warga untuk tetap tenang dan menunggu informasi pasti dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lima Puluh Kota ," terangnya, Kamis (13/2/2020) malam.

Semakin liarnya isu terkait corona tersebut membuat situasi di kecamatan tersebut, khususnya Nagari Situjuah Gadang kurang kondusif.

baca juga: Jasa Pengiriman Paket di Payakumbuh Didominasi Rendang

"Kami berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengantisipasi berbagai informasi yang kebenarannya belum pasti," tegas Rahmad.

Dijelaskannya, informasi adanya salah seorang warga yang diduga terjangkit virus corona tersebut berawal dari postingan salah seorang warga di halaman Facebook pribadinya.

baca juga: Disetujui DPRD, Pemko Payakumbuh Siapkan Penambahan Lahan untuk Masjid Agung

"Postingann itu kemudian menyebar cepat dan membuat Situjuah geger. Namun, postingan tersebut sekarang sudah dihapus," jelasnya.

Seperti diberitakan KLIKPOSITIF sebelumnya, salah seorang warga asal Lima Puluh Kota diduga terserang virus corona atau COVID-19 setelah pulang dari luar negeri.

baca juga: Payakumbuh Dinilai Sukses Integrasikan SPBE, Riza Didapuk Sebagai Narasumber Oleh BPK RI Sumbar

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh , Bakhrizal yang menyebut, bahwa memang ada salah seorang warga asal Kabupaten Lima Puluh Kota yang diduga terserang virus Corona. Saat ini pasien itu telah dirujuk ke Kota Padang untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

"Laporan staf RSI Ibnu Sina Payakumbuh memang seperti itu, namun belum dalam laporan mingguan wabah (W2). Ada dugaan penyakit seperti itu. Namun kita masih menunggu konfirmasi selanjutnya," sebut Bakhrizal, Kamis (13/2/2020).

Editor: Taufik Hidayat