M. Djamil: Sangat Kecil Kemungkinan Pasien dari 50 Kota Terpapar Virus Corona

Virus Corona.
Virus Corona. (pixabay.com)

KLIKPOSITIF -- Dokter RSUP M. Djamil Padang telah memeriksa pasien yang diduga terpapar virus corona atau Corvid-19 yang dirujuk dari RS Ibnu Sina Payakumbuh , kemarin (13/2).

"Berdasarkan hasil pemeriksan dokter, sangat kecil kemungkinan terpapar virus corona ," ujar Pejabat Pemberi Informasi RSUP M. Djamil Padang, Gustafianof.

baca juga: Jasa Pengiriman Paket di Payakumbuh Didominasi Rendang

Ia mengatakan, saat pasien ini masuk (13/2), gejalanya adalah suhu tubuh lebih dari 38 derajat celcius, sesak nafas hebat, batuk, dan leukosit (sel darah putih) tinggi.

Pasien tiba di M. Djamil pukul 16.30 WIB dan langsung dirawat di ruang isolasi yang berada dekat bangsal paru.

baca juga: Disetujui DPRD, Pemko Payakumbuh Siapkan Penambahan Lahan untuk Masjid Agung

Dokter spesialis M. Djamil langsung melakukan pemeriksaan labor dan melakukan pengobatan.

Hasilnya, kondisi pasien membaik ditandai dengan gejala sesak nafas berkurang, suhu tubuh turun, dan leukosit juga turun.

baca juga: Payakumbuh Dinilai Sukses Integrasikan SPBE, Riza Didapuk Sebagai Narasumber Oleh BPK RI Sumbar

Menurut Gustafianof, dokter berpendapat, pasien kemungkinan mengalami asma dan pneunomia. "Lebih dekat ke asma, tapi ada juga gejala pneunomia," ujarnya kepada KLIKPOSITIF , Jumat (14/2).

Meski demikian, sesuai dengan standar WHO, M. Djamil tetap mengirimkan beberapa sampel ke Labor Kementrian Kesehatan di Jakarta untuk diuji.

baca juga: Ini Sejumlah Persoalan di PDAM Payakumbuh yang Mesti Dibenahi

"Hasilnya diketahui lebih kurang empat hari ke depan," ujarnya. Saat ini, sebut Gustafianof, pasien tetap dirawat di ruang isolasi sampai hasil tes labor keluar.

Ia mengimbau masyarakat jangan mudah panik dan tetap mempercayai hasil pemeriksaan medis.

Seperti diberitakan, seorang pasien dirujuk ke M. Djamil Padang karena diduga terpapar virus corona yang sedang mewabah.

Dugaan muncul karena gejala penyakit pasien yaitu demam, batuk, dan baru pulang bepergian dari luar negeri yaitu Malaysia. (*)

Editor: Pundi F Akbar