Longsor di Pasaman, Tim SAR Masih Cari Itimah

Longsor di Pasaman
Longsor di Pasaman (Istimewa)

PASAMAN , KLIKPOSITIF - Tim SAR hari ini masih melakukan pencarian Itimah (49), seorang perempuan paruh baya warga Nagari Muaro Sungai Lolo, Kecamatan Mapat Tunggul Selatan, Kabupaten Pasaman .

Itimah dikabarkan tertimpa longsor bersama empat warga lain. Mereka tertimpa tebing yang tiba-tiba longsor pada Sabtu (15/2/2020) sore. "Peristiwa terjadi di Jorong Gotah, mereka sedang berada di kebun dan berencana pulang ke rumah, namun tiba-tiba tebing di sisi mereka longsor ," sebut Koordinator Basarnas Pasaman dan Pasaman Barat, Zulfahmi kepada KLIKPOSITIF , Senin (17/2/2020).

baca juga: Pembentukan dan Pengelolaan Desa Wisata di Pasaman Sebagai Pengembangan Ekonomi Kerakyatan

Akibat kejadian itu, satu orang dinyatakan meninggal dunia bernama Minas (46), satu korban dalam kondisi kritis bernama Uzi (18), luka berat bernama Harapan (43) dan luka ringan bernama Anton (33). Sedangkan Itimah hingga saat ini masih dinyatakan hilang dan sedang dilakukan pencarian.

Terhadap Minas yang meninggal dunia, sudah dimakamkan di kampung tersebut. Sedangkan terhadap korban lainnya masih dilakukan perawatan oleh petugas medis di rumah korban masing-masing.

baca juga: Segmen Sianok Cukup Aktif, BMKG Ingatkan Potensi Gempa Kuat di Sumbar

Ia melanjutkan, hingga kini Tim Gabungan masih melakukan pencarian korban yang tertimpa tebing. "Tim kurang lebih 200 orang yang terdiri dari, Basarnas , BPBD, Koramil, Kodim, Polsek, Polres, BKSDA, pihak nagari dan jorong berserta masyarakat setempat," terangnya.

Ia menceritakan, peristiwa itu bermula dari tinggi nya intensitas curah hujan. Hujan yang melanda sejak pagi hingga sore hari mengakibatkan terjadi nya longsor , banjir bandang dan sejumlah pohon tumbang. Sejumlah rumah warga pun terdampak banjir yang disertai lumpur.

baca juga: Selundupkan Puluhan Paket Ganja Kering, Warga Sumatera Selatan Diringkus Polisi di Pasaman

Selain itu, akibat longsor dan banjir bandang itu, sejumlah fasilitas umum lainnya mengalami kerusakan, seperti sumber air, sumber listrik, jalan, jembatan, irigasi dan sejumlah fasilitas lainnya.

Pencarian korban dibantu dengan alat berat. Sedangkan Tim Gabungan sangat kesulitan dalam proses evakuasi menuju lokasi. Mereka sempat terkendala karena terputusnta akses jalan sepanjang empat kilometer dan tidak adanya jaringan telekomunikasi.

baca juga: Hari Kelima Pencarian 3 Pemancing yang Hilang, Basarnas: Pencarian Belum Membuahkan Hasil

"Kita berharap, semoga korban segera ditemukan dan korban ditemukan dalam keadaan baik-baik saja," harap Zulfahmi.

Penulis: Irfansyah Pasaribu | Editor: Haswandi