Waspadai Ancaman Longsor di Jalur Alternatif Padang-Bukittinggi

Jalur Malalak
Jalur Malalak (KLIKPOSITIF/ Hatta Rizal)

AGAM, KLIKPOSITIF - Kapolsek IV Koto IPTU Dedi Kurnia meminta pengendara untuk waspada di Kecamatan Malalak terlebih saat cuaca buruk.

Sebabnya, sewaktu-waktu bisa saja terjadi longsor di Jalur Alternatif Padang -Bukittinggi itu.

baca juga: Mulai Besok, Pemko Padang Sudah Tindak Pelanggar Perda AKB

"Kita harapkan warga maupun pengendara untuk hati-hati, tebing-tebing bekas longsoran lama itu masih labil," sebut Kapolsek, Selasa 18 Februari 2020.

Jalur Malalak topografinya didominasi perbukitan yang tebingnya relatif gundul. Riwayat longsor relatif besar dan mematikan.

baca juga: Meningkat, DPS Pilkada di Kota Padang 615.307 Jiwa

Tercatat, April 2011 Sekcam Malalak Arman meninggal setelah ia bersama sepeda motornya ditimbun material longsor saat melintas di jalur tersebut.

Pada bulan November 2017, Asmi, pengendara asal Kabupaten Lima Puluh Kota terluka berat juga karena tertimpa material longsor.

baca juga: Hadapi Lonjakan Kasus COVID-19, SPH Tambah Tempat Tidur

Masih di 2017, jalur ini pernah ditutup selama 3 hari menyusul terjadinya longsor di 6 titik, material longsor cukup tinggi mencapai 3 meter dengan panjang material menutup jalan mencapai puluhan meter.

"Kita sudah lakukan imbauan ke masyarakat, saat ini patroli kita tingkatkan,"jelas Kapolsek.

baca juga: Banyak Merawat Pasien Covid-19, Begini Kondisi di SPH

Dalam catatan KLIKPOSITIF , jalur yang terutama harus diwaspadai ada di Jorong Limo Badak, longsor besar kerap terjadi sini.

Penulis: Hatta Rizal | Editor: Eko Fajri