Cerita Nelayan Padang yang 'Terkurung' di Pulau Akibat Cuaca Buruk

Syamsul Bahri (50) nelayan Padang sebelum berangkat melaut
Syamsul Bahri (50) nelayan Padang sebelum berangkat melaut (Halbert Caniago)

PADANG , KLIKPOSITIF -"Badai adalah hal biasa bagi kami," kata itu terlontar dari mulut seorang nelayan di Padang , Syamsul Bahri (50).

Lelaki paruh baya itu setiap hari menantang maut untuk mengais rezeki dari laut sejak umurnya masih belasan tahun.

baca juga: Ekonomi RI Diklaim Sudah Lewati Masa Kritis

"Saya menjadi nelayan ini sudah sekitar 40 tahun," katanya saat ditemui KLIKPOSITIF .com, Selasa 18 Februari 2020.

Selama puluhan tahun, ia selalu bergelut dengan badai dan menghabiskan waktu di lautan lepas untuk menghidupi keluarganya.

baca juga: Nilai Bukan Delik Aduan, FPI: Jika Polisi Profesional Harusnya Tangkap Pengancam Rizieq

"Terjebak badai dan tidak bisa pulang berhari-hari, itu sudah sering kali terjadi," katanya.

Dalam kepungan badai itu, ia hanya berlindung di pulau terdekat dari lokasi tempat menangkap ikan.

baca juga: Anggota Moge Keroyok TNI, PN Bukittinggi Vonis BS 3 Bulan Penjara

"Kalau terkena badai, kami biasanya hanya berlindung di pulau terdekat. Saat itu badai tidak berhenti hingga dua hari, terpaksa kami menginap di pulau hingga badai berhenti," katanya.

Sementara untuk makanan saat terjebak badai, ia bersama 10 orang temannya hanya memakan apa yang tersedia di pulau itu saja.

baca juga: Geledah Rumah Dinas Edhy Prabowo, Ini yang Disita KPK

"Kalau dalam keadaan seperti itu biasanya kami hanya memakan buah kelapa. Karena hanya itu yang ada di sana," lanjutnya.

Hal tersebut ia lakukan karena biasanya hanya membawa sebungkus nasi saja dari rumah.

Ayah dari tiga orang anak itu terkadang pulang dengan tangan kosong saat tak beruntung.

"Kalau penghasilan dari laut ini kadang banyak dan sering kali hanya pulang dengan tangan hampa," lanjutnya.

Dengan keadaan begitu, kehidupannya masih belum terlepas dari garis kemiskinan. Meskipun, setiap hari ia selalu menghadang deburan ombak.

"Sekarang saja untuk kehidupan sehari-hari masih susah. Tapi setidaknya kami nelayan masih berusaha," katanya.

Meskipun begitu, ia masih yakin rezeki untuknya selalu akan diberikan jika ia masih berusaha.

"Kami setiap hari pergi ke laut dan kami masih yakin Allah akan memberikan rezeki untuk kami," tutupnya.

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Eko Fajri