Atasi Kemiskinan, Menag Diusul Bikin Fatwa Orang Kaya Wajib Nikah dengan Orang Miskin

Menteri Agama Fachrul Razi
Menteri Agama Fachrul Razi (Net)

KLIKPOSITIF - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhajir Effendi mengusulkan kepada Menteri Agama Fachrul Razi, menerbitkan fatwa pernikahan lintas kelas ekonomi .

Menurut Muhajir, fatwa itu bisa menjadi solusi mencegah meningkatnya angka kemiskinan .

baca juga: Ada 17 Penambahan Positif COVID-19 di Sumbar per 3 Agustus 2020

Awalnya, Muhajir memaparkan data angka rumah tangga miskin di Indonesia saat ini sudah mencapai 5 juta keluarga dari sekitar 57 juta keluarga .

"Rumah tangga Indonesia 57.116.000, yang miskin 9,4 persen, itu sekitar 5 juta. Kalau ditambah status hampir miskin itu 16,8 persen, sekitar hampir 15 juta," kata Muhajir saat sambutan di pembukaan rapat kerja kesehatan nasional 2020 di JI-Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (19/2/2020).

baca juga: Viral Wanita Bakar Bendera Merah Putih, Ngaku Diperintah Pimpinan PBB

Dia mengatakan, meningkatnya angka kemiskinan juga segaris lurus dengan naiknya jumlah anak penderita stunting.

"Miskin itu, nah di situlah sumber penyakit tadi, stunting, segala macam yang sebagian besar di bagian miskin ini."

baca juga: Masih Stabil, Emas Dijual Rp1 Juta Lebih Per Gram

Sebagai solusinya, mantan Mendikbud itu memintan Menag Fahrul Razi menerbitkan fatwa yang mengharuskan orang miskin menikah dengan orang kaya, begitu pun sebaliknya.

"Di Indonesia ini kan ada ajaran agama yang kadang-kadang disalahtafsirkan, kalau mencari jodoh yang setara, apa yang terjadi? Orang miskin cari juga sesama miskin. Akibatnya ya terjadilah rumah tangga miskin baru, inilah problem di Indonesia," kata dia.

baca juga: Prabowo Teken Dukungan Gerindra untuk Gibran Jadi Wali Kota Solo

"Maka mbok disarankan sekarang dibikin, Pak Menteri Agama bikin fatwa yang miskin wajib cari yang kaya, yang kaya cari yang miskin," kata Muhajir menegaskan.

Selain itu, dia juga terus menginisiasi wacana sertifikasi pranikah agar tidak memunculkan keluarga miskin baru di Indonesia.

"Program ini sudah dilakukan di negara maju seperti singapura, korea, malaysia, program pra nikah, intinya jangan sampai keluar miskin baru."

Nantinya, pasangan yang belum kuat secara ekonomi harus mengikuti program kartu pra kerja yang diwacanakan Presiden Jokowi. (*)

Sumber: Suara.com

Editor: Eko Fajri