Tahun 2019, Hasil Gabah di Pessel Tidak Capai Target

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun) Pesisir Selatan, Nuzirwan
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun) Pesisir Selatan, Nuzirwan (Kiki Julnasri/Klikpositif.com)

PESSEL , KLIKPOSITIF -- Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat mengungkapkan hasil produksi gabah 2019 tidak mencapai target. Sebab, dari target 370 ribu ton, yang tercapai hanya 343 ribu ton.

"Karena memang tahun lalu, serangan hama masih terjadi. Tapi, hasilnya dibandingkan tahun 2018 cukup meningkat," ungkap Kepala Distanhorbun Pesisir Selatan, Nuzirwan pada KLIKPOSITIF .

baca juga: Pengelola Wisata Serahkan Satwa Dilindungi ke BKSDA Agam

Data Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun) Pesisir Selatan menargetkan, hasil gabah tahun 2019 sebesar 370 ribu ton. Dibandingkan tahun 2018, hasilnya masih signifikan meningkat. Sebab, dari target 340 ribu ton, hasilnya hanya mencapai 180 ribu ron.

"Dan dari data 343 ribu ton itu, masih ada sekitar 2.000 hektare yang belum terekap. Jadi, kalau sudah masuk seluruh, akan lebih tinggi," katanya.

baca juga: DPRD Pessel Sebut Penghentian Gedung Baru RSUD Painan Tidak Bisa Sepihak

Ia menjelaskan, tidak tercapai target tahun lalu, karena memang selain hama, musim kekeringan juga menjadi kendala. Sebab, dari 30.317 hektare areal sawah di daerah itu, hanya 22.137 hektare tersentuh irigasi teknis. "Dan ini, kita memang butuh penambahan (irigasi) untuk mengatasinya. Sebab, jika berbulan-bulan kekeringan, sawah-sawah yang tidak teraliri tidak bercocok tanam," terangnya.

Dia menjelaskan berdasarkan hasil tahun lalu, tahun ini pihak akan lebih berupaya lagi untuk meningkatkan. Sebab, dari hasil 2019, Pemkab Pessel menargetkan produksi 402 ribu ton.

baca juga: Kasus COVID-19 di Agam Bertambah 2 Pasien

"Tentu, optimis itu kita iringi dengan kerja keras. Selain, sosialisasi melalui PPL dan dinas. Kita juga berharap kerja sama kelompok, nagari dan kecamatan," ujarnya.

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Ramadhani