Sebanyak 11 Kasus Narkoba Diungkap Polres Payakumbuh Selama Operasi Antik Singgalang

Barang bukti yang diamankan Polres Payakumbuh selama Operasi Antik Singgalang.
Barang bukti yang diamankan Polres Payakumbuh selama Operasi Antik Singgalang. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF - Operasi Antik Singgalang yang dilaksanakan Polres Payakumbuh pada 7-20 Februari mampu mengungkap 11 kasus narkoba di daerah tersebut.

Dari 11 kasus tersebut, diamankan sebanyak 14 orang tersangka, yaitu N, NI, ZN, DO, WEP, VAS, RS, HL, AR, DS, PW, MS, SNP dan MI. Dari 14 pelaku, 12 diantaranya masih remaja, satu orang di bawah umur dan satu lainnya berusia 53 tahun.

baca juga: Pastikan Warga Taati Protokol Kesehatan di Hari Idul Adha, Satpol PP Payakumbuh Akan Berpatroli

"Ini operasi selama 14 hari yang dimulai 7 februari sampai dengan 20 februari. Operasi Antik Singgalang ini dilakukan Polres se-Sumbar," kata Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan, Jumat (21/2).

Total barang bukti (BB) yang diamankan dari para tersangka adalah ganja, seberat 9,5 kilo gram dan sabu dengan berat 50,62 gram.

baca juga: Sempat Ditegur Sekda, Parkir Kendaraan di Balai Kota Payakumbuh Mulai Rapi

"Diperkirakan nilai dari barang bukti yang diamankan, yakni Ganja sekitar Rp19 juta dan sabu-sabu sekitar Rp70 juta," tambah AKBP Dony.

Untuk para tersangka, tiga dari 14 orang yang diamankan merupakan target operasi Polres Payakumbuh . Sedangkan yang lainnya merupakan orang baru yang berhasil ditangkap dari pengembangan kasus.

baca juga: Termasuk Elly Kasim, Ibu-ibu Indo Jalito Peduli Berkurban di Payakumbuh

"Ada yang merupakan orang lama atau residivis dan ada yang baru namun juga sudah lama bermain tapi baru berhasil diamankan sekarang," ujarnya.

Kasat Resnarkoba Iptu Desneri menyebutkan pengungkapan pertama dilakukan pada 10 Februari atau berjarak tiga hari dari hari pertama dilaksanakan Operasi Antik Singgalang.

baca juga: Pemko Payakumbuh tak Fasilitasi Salat Idul Adha, Pelaksanaan di Masjid dan Lapangan Diizinkan

Dikatakannya, sampai saat masih ada tersangka yang masih menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO). Namun, pihaknya belum dapat menyebutkan nama atau inisial dari DPO tersebut.

"Doa kan saja agar secepatnya bisa kita tangkap, sebab sampai saat ini tim kita masih melakukan pengejaran," sebutnya.

Pelaku yang ditangkap akan dijerat undang-undang nomor 35 tahun 2009 ayat (2) pasal 112 tentang narkotika dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara. Pasal sama juga diberlakukan terhadap tersangka yang masih di bawah umur.

"Pelaku anak di bawah umur yang ditangkap tidak dilaksanakan diversi, karena ancaman hukuman lebih dari tujuh tahun penjara," ujarnya. (*)

Editor: Taufik Hidayat