Padang Dilanda Angin Kencang, BMKG: Bisa Menyebabkan Pohon Tumbang

Pohon yang dilanda angin kencang di Padang
Pohon yang dilanda angin kencang di Padang (Halbert Caniago)

PADANG, KLIKPOSITIF - Kota Padang dilanda angin kencang dengan kecepatan 60 kilometer per jam sejak beberapa hari belakangan.

Data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) Sumatera Barat, angin kencang disebabkan adanya pengaruh angin timur laut di Sumatera Barat yang bergerak ke pusat tekanan rendah di Samudera Hindia.

baca juga: BMKG Presdiksi Hari Ini Sumbar Tetap Diguyur Hujan

Kepala BMKG Sumbar, Sukimin saat dihubungi KLIKPOSITIF .com, Sabtu 22 Februari 2020 mengatakan fenomena angin timur laut ini setelah melewati Bukit Barisan bersifat panas dan kering, sehingga menimbulkan pola inversi udara di lapisan atas atmosfer.

"Kecepatan angin mencapai 300 knots per jam," ujarnya.

baca juga: BMKG Sebut Gempa 6,1 SR di Jepara Jenis Deep Focus, Apa Itu?

Hasil pengamatan udara lapisan atas Stasiun Meteorologi Minangkabau menunjukkan terjadi proses pemanasan di lapisan 950mb yang menimbulkan inversi suhu udara atau suhu udara lapisan atas di atmosfer relatif lebih hangat dibanding di permukaan.

"Hal itu menyebabkan suhu di sebagian wilayah Sumbar terasa panas," katanya.

baca juga: Selama Enam Bulan, Sumbar Diguncang 196 Kali Gempa

Ia memperkirakan, angin kencang masih melanda Sumbar hingga dua hari ke depan. Pihaknya juga mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan agar mewaspadai bencana yang berpotensi ditimbulkan.

"Angin sekencang ini bisa saja menyebabkan pohon tumbang," ujarnya.

baca juga: Segmen Sianok Cukup Aktif, BMKG Ingatkan Potensi Gempa Kuat di Sumbar

Selain itu, kelembaban udara yang cenderung kering disertai angin yang kencang meningkatkan kemudahan potensi kebakaran dan percepatan sebaran kebakaran lahan.

"Jangan membakar sampah di lahan kering atau membuang puntung rokok sembarangan," ujar Sukimin.

Memurutnya, daerah yang dilanda angin kencang yakni Kota Padang, Padangpariaman, Kabupaten Pasaman Barat, Pariaman, Padang Panjang, Agam, Pesisir Selatan, dan sekitarnya.

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Haswandi