Pacific Partnership 2016: TNI AL Adakan Seminar di Semen Padang

Salah seorang anggota TRC Semen Padang mengikuti simulasi pertolongan kepada korban bencana, Rabu (24/8)
Salah seorang anggota TRC Semen Padang mengikuti simulasi pertolongan kepada korban bencana, Rabu (24/8) (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Sekitar 100 lebih relawan yang berasal dari Tim Reaksi Cepat (TRC) Semen Padang, Pemuda Panca Marga, PMI, Basarnas, BPBD Kota Padang, Polri dan TNI-AL, mengikuti seminar Pacific Partnership 2016 di Gedung Serba Guna PT Semen Padang, Rabu, 24 Agustus 2016.

Dalam seminar yang dihadiri sejumlah dokter Rumah Sakit Angkatan Laut Dr. Mintohardjo, Jakarta sebagai pemateri, juga dilakukan simulasi pertolongan pertama yang diikuti oleh masing-masing relawan dari berbagai organisasi yang hadir.

baca juga: Pakar Gempa Ingatkan Warga Terkait Gempa dan Tsunami yang Masih Mengancam Kota Padang

Baca: Siapkan Masyarakat Cepat Tanggap di Padang, TNI AL Berikan Pembekalan Kepada Relawan

Salah seorang pemateri bernama Dr Tjahja Nurrobi menyebut, seminar ini merupakan bagian dari rangakaian kegiatan Pacific Partnership 2016
yang diikuti oleh Angkatan Laut Amerika dan Indonesia selain military to military.

baca juga: 150 Rumah dan Infrastruktur Publik Rusak Akibat Gempa 6,1 SR di Maluku Tengah

Kegiatan ini diadakan sejak 19-30 Agustus 2016 mendatang. Dalam kegiatan ini, amerika juga mewakili negara sekutunya seperti Australi, New Zealand, Jepang, Korea dan Kanada.

"Rangkaian kegiatan ini banyak, tapi yang utamanya seminar yang lebih mengarah kepada bencana, yaitu penanggulangannya," kata Kepala Sub Departemen UGD Rumah Sakit Angkatan Laut Dr. Mintohardjo itu kepada KLIKPOSITIF usai seminar.

baca juga: Soal Kesiapan Padang Menghadapi Gempa, Begini Kata Badrul Mustafa

Dikatakannya, dalam seminar ini ada tiga hal yang diajarkan kepada para peserta seminar. Pertama, bagaimana cara memberikan pertolongan pertama kepada korban bencana sebelum tenaga medis datang ke lokasi bencana.

Kedua, cara-cara triase atau pemilahan korban berdasarkan prioritas kegawatdaruratannya. Kemudian yang ketiga, bagaimana cara melakukan evakuasi perorangan.

baca juga: Subuh-subuh, Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Pasaman

"Cara-cara ini diajakarkan agar korban yang ditolong bisa bertahan hidup sampai bantuan medis datang. Jadi yang diajarkan ini adalah pertolongan bantu hidup dasar," ujar perwira menengah TNI-AL berpangkat Letkol itu.

Ia menuturkan Kota Padang dipilih sebagai tempat Pacific Partnership 2016, karena berdasarkan penelitian bahwa Padang berpotensi terjadi gempa megathrust . Sebab, Padang merupakan tempat bertemunya dua lempeng dunia.

Oleh karena itu, TNI dalam hal ini berupaya untuk menyiapakan masyarakat ataupun intansi terkait dalam kebencanaan agar bisa menyiapkan diri untuk bisa cepat tanggap dalam kondisi darurat bencana.

"Kegiatan Pacific Partnership 2016 ini merupakan kegiatan tahunan dan kali keempat diadakan di Indonesia. Untuk Padang, merupakan kali pertama diadakan. Sebelumnya, diadakan di Kupang tahun 2014," pungkas Robi.

Penulis: Riki