Jurang di Area Lobang Jepang Talu Jadi Tempat Pembuangan Sampah

Seorang warga saat membuang sampah kedalam jurang disekitar lokasi objek wisata lobang jepang talu, Kecamatan Talamau
Seorang warga saat membuang sampah kedalam jurang disekitar lokasi objek wisata lobang jepang talu, Kecamatan Talamau (Istimewa)

PASBAR , KLIKPOSITIF - Akibat tidak adanya tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat ( Pasbar ). Sampah rumah tangga dan sampah pasar dibuang ke jurang di sekitar objek wisata Lobang Jepang Talu.

Tentu sampah yang masuk ke jurang, akan menumpuk di tepi sungai yang ada d idasar jurang. "Melihat pemandangan itu, kami sebagai warga di sini berharap, agar pemerintah secepatnya menyediakan TPA sampah ," sebut Eki salah seorang warga setempat kepada wartawan, Sabtu (22/2/2020).

baca juga: Pengelola Wisata Serahkan Satwa Dilindungi ke BKSDA Agam

Ia mengatakan, sekitar lobang jepang seolah menjadi TPA sampah yang sudah direstui. Di kawasan itu orang sesuka hati buang sampah ke dalam jurang tanpa ada teguran. "Tidak ada teguran dari pihak berwenang, jika ada teguran, tentu sampah tidak akan setinggi itu menumpuk di tepi sungai," kata pemerhati lingkungan itu.

Ia mengaku pernah menegur warga yang membuang sampah di area itu, namun tidak didengarkan. "Mereka seolah cuek saja, setelah membuang sampah , mereka pergi begitu saja tanpa merasa bersalah," ungkapnya.

baca juga: BNNK: Pasbar Bukan Lagi Daerah Perlintasan, Tetapi Sudah Sebagai Tempat Peredaran

Lanjut Eki, sudah seharusnya pemerintah, baik itu pemerintah nagari maupun pemerintah daerah mencarikan lokasi TPA sampah , agar masyarakat tidak lagi membuang sampah sesuka hati mereka," pintanya.

Jika ini terus berlanjut, dibiarkan, sambung Eki, dikhawatirkan sampah yang telah menumpuk di dasar juranh, kemungkinan akan masuk ke dalam sungai. Akibatnya, tentu air sungai akan tercemari dan lingkungan menjadi rusak oleh sampah -sampah itu.

baca juga: DPRD Pessel Sebut Penghentian Gedung Baru RSUD Painan Tidak Bisa Sepihak

Eki menyebut, sekarang ini cobalah lihat sampah rumah tangga dan sampah yang dihasilkan dari pasar tradisional yang ada di daerah itu. Kadang untuk membuang sampah yang dihasilkan dari pasar di daerah itu, bisa memakan waktu dua hari untuk membuangnya.

"Sekali-kali pihak pemerintah lakukan pengintaian setiap pagi Kamis sampai Jumat, pasti akan dijumpai mobil pickup sedang membuang sampah berkarung-karung di area lobang jepang, bahkan ada sampah di dalam karung besar yang tidak dibuka," katanya.

baca juga: Kasus COVID-19 di Agam Bertambah 2 Pasien

Ini akan tetap terjadi kalau TPA sampah tidak ada di Kecamatan Talamau. "Harapan kami sebagai masyarakat, pemerintah harus segera menyediakan TPA sampah , supaya sampah tidak lagi dibuang ke dasar jurang dan berserakan di pinggir jalan," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Andrinaldi membenarkan TPA sampah tidak ada Kecamatan Talamau, namun pihaknya telah menyediakan kontainer sampah yang diletakkan di pasar Kecamatan Talamau.

Sedangkan untuk pengadaan TPA sampah , pihaknya sudah berkoordinasi dengan camat talamau dan pemerintah nagari talu. "InshaAllah, walinagari setempat dalam tahun ini sudah menganggarkan dari dana nagari, untuk melengkapi sarana dan prasarana persampahan di nagari," katanya.

Penulis: Irfansyah Pasaribu | Editor: Ramadhani