Baru Dibentuk, Yayasan Bundo Kanduang Rumah Gadang Lapan Tujuah Bersilaturrahmi ke Lezatta

Foto bersama anggota Yayasan Bundo Kanduang Rumah Gadang Lapan Tujuah dengan Owner Green House Lezatta
Foto bersama anggota Yayasan Bundo Kanduang Rumah Gadang Lapan Tujuah dengan Owner Green House Lezatta (KLIKPOSITIF/Haswandi)

BUKITTINGGI , KLIKPOSITIF - Sejumlah pengurus dan anggota Yayasan Bundo Kanduang Rumah Gadang Lapan Tujuah bersilaturrahmi ke Green House Lezatta , Selasa 25 Februari 2020. Yayasan itu sendiri masih tergolong baru, karena baru terbentuk pada 20 Februari 2020.

Dalam silaturrahmi tersebut, Ketua Umum Yayasan Bundo Kanduang Rumah Gadang Lapan Tujuah , Mirawati Nurmatias menjelaskan, Yayasan Bundo Kanduang Rumah Gadang lapan Tujuah adalah lembaga sosial yang berfokus pada bidang adat dan budaya Minangkabau yang berkaitan dengan peradaban perempuan Minang yang sudah diwariskan sejak turun temurun dari dulu hingga sekarang dan sampai akhir zaman.

baca juga: Selamatkan Seorang Nenek dari Kebakaran, Begini Aksi Heroik Tukang Galon di Bukittinggi

"Yayasan ini bergerak di bidang kemasyarakatan, adat istiadat, pendidikan rohani, sosial, kesehatan, usaha kecil menengah, olahraga, seni budaya dan hukum. Lembaga ini terdiri dari bundo-bundo angkatan 87 alumni SLTA untuk melestarikan adat budaya Minangkabau yang sudah hilang, bahkan ada yang sudah hilang dari keseharian kehidupan perempuan Minang sesungguhnya," ujar Mirawati Nurmatias.

Di samping itu, lanjutnya, yayasan ini akan ikut meningkatkan kualitas pendidikan, kerohanian, seni budaya, UKM, olahraga, hukum dan kesehatan setiap anggotanya maupun masyarakat sekelilingnya.

baca juga: Kebakaran di Bukittinggi, Seorang Nenek Nyaris Jadi Korban

"Jadi, kenapa dinamakan Bundo Kanduang Rumah Gadang Lapan Tujuah? Kalau Bundo Kanduang itu sendiri adalah sebutan yang melekat kepada setiap perempuan Minang yang sudah berumah tangga, termasuk kami. Kenapa Rumah Gadang, itu tempat tinggal Bundo Kanduang. Lapan Tujuah, kebetulan ini semuanya pencetus berdirinya Yayasan Bundo Kanduang Lapan Tujuah yang tamatnya di SMA pada tahun 1987," jelas Mirawati Nurmatias.

Meski saat ini merupakan tahun politik, di mana akan dilakukan Pilkada, namun Mirawati Nurmatias menegaskan, Yayasan Bundo Kanduang Rumah Gadang Lapan Tujuah tidak ada kaitannya dengan ranah politik.

baca juga: Ini Hasil Swab Warga yang Kontak dengan Pasien Positif Corona ke 20 di Agam

"Tidak ada hubungannya dengan politik. Ini yayasan sosial kemasyarakatan. Kami sudah komit jika yayasan ini tidak dibawa ke ranah politik," jelasnya.

Sementara itu, Owner Green House Lezatta , Eliana, mengapresiasi Yayasan Bundo Kanduang Rumah Gadang Lapan Tujuah yang berkunjung ke tempatnya.

baca juga: Pengakuan Warga Tanjung Sani Setelah Direlokasi ke Dama Gadang

"Visi dan misinya sangat bagus, jadi kami akan support kegiatan-kegiatannya. Kami siap jika diminta untuk mengajarkan anggota yayasan tersebut untuk menanam dan berbisnis bunga," ujar Eliana.

Eliana berharap yayasan tersebut tidak hanya terpaku pada kegiatan seremonial semata, namun harus banyak melakukan aksi nyata untuk membantu orang banyak.

"Jika yayasan ini melakukan aksi nyata di bidang sosial, maka sejalan dengan program Lezatta yang tiap tahunnya rutin melakukan kegiatan sosial. Oleh karena itu, kami akan lihat perkembangan yayasan ini ke depannya," lanjut Eliana.

Editor: Haswandi

Komentar

Berita Lainnya

Video Terbaru