BMKG Prediksi Cuaca Panas dan Angin Kencang di Padang Berakhir Tiga Hari ke Depan

Angin kencang di Kota Padang beberapa hari yang lalu
Angin kencang di Kota Padang beberapa hari yang lalu (KLIKPOSITIF/Halbert Caniago)

PADANG , KLIKPOSITIF - Badan Metereologi, Krimatologi dan Geofisika ( BMKG ) Sumatera Barat memperkirakan cuaca panas menyengat di Kota Padang akan berlangsung hingga dua sampai tiga hari ke depan.

"Kami sudah memantau terjadinya cuaca panas disertai angin kencang ini sejak sepekan terakhir," kata Kepala Seksi observasi dan informasi BMKG Sumbar, Yudha Nugraha saat dihubungi KLIKPOSITIF .com, Rabu 26 Februari 2020.

baca juga: Gowes Siti Nurbaya, Pegiat Sepeda: Panitia Harus Perketat Tiga Titik Ini

Ia mengatakan, kecepatan angin yang sebelumnya mencapai 300 knots per jam sudah mulai berkurang sejak dua hari belakangan.

"Sejak dua hari yang lalu, kecepatan angin sudah terpantau berkurang dari 300 knots per jam menjadi 20 klometer per jam," lanjutnya.

baca juga: HUT ke-351 Kota Padang, Ini Pesan Mantan Wali Kota

Sementara untuk cuaca panas sendiri, pihaknya mencatat suhu tertinggi di Kota Padang mencapai 32,3 derajat celsius pada siang hari.

Menurutnya, hal tersebut terjadi karena pengaruh angin timur laut di Sumatera Barat yang bergerak ke pusat tekanan rendah di Samudera Hindia.

baca juga: HUT Kota Padang ke-351, Dokter Andani Dapat Penghargaan

Menurutnya, fenomena angin timur laut ini setelah melewati Bukit Barisan akan bersifat panas dan kering. Sehingga menimbulkan pola inversi udara di lapisan atas atmosfer.

Meskipun begitu, menurutnya untuk cuaca panas ini akan berakhir hingga tiga hari ke depan. Pasalnya, telah terlihat pengumpulan awan di beberapa lokasi.

baca juga: Pemko Padang Klaim Telah Putus Penyebaran COVID-19 di Klaster Pasar Raya Padang

"Kami memantau sudah terjadi peningkatan curah hujan di beberapa daerah seperti Padang Panjang, Bukittinggi, Padang dan beberapa daerah lainnya," katanya.

Selain itu, menurutnya kelembaban udara juga sudah mulai normal kembali pada angka 60 hingga 70 persen. Menurutnya hal itu akan mengurangi panas yang terjadi sejak sepekan terakhir.

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Eko Fajri