Melihat Ragam Pasar Kuliner Dharmasraya dan Keunikannya

Pasar Kuliner Traditional Street Food Pulau Punjung sesak dikunjungi para pengunjung.
Pasar Kuliner Traditional Street Food Pulau Punjung sesak dikunjungi para pengunjung. (Humas Pemkab Dharmasraya.)

DHARMASRAYA , KLIKPOSITIF - Dharmasraya kali ini memiliki pusat jajanan kuliner yang tersebar di empat Kecamatan. Pasar kuliner yang diresmikan langsung Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan tersebut masing-masingnya memiliki daya tarik serta ciri khas.

Seperti di Kecamatan Pulau Punjung, mengusung tema traditional street food, lokasi pasar yang berada di sekitaran kantor Bupati tersebut tersedia berbagai olahan kuliner tradisional Minangkabau dan kuliner khas Dharmasraya .

baca juga: Naik Lagi, Harga Emas Batangan Rp928 Ribu Per Gram

Lain halnya di Kecamatan Sitiung, dipusatkan di Nagari Sungai Duo, di sini tersedia berbagai olahan makanan khas jawa, sesuai dengan tema yang diusung yakni java street food. Sementara di Kecamatan Koto Baru, bertemakan halal street food, pusat jajanan kuliner yang berada di Pasar Koto Baru ini dapat dijumpai olahan makanan yang lebih difokuskan pada makanan higienis serta mengutamakan kesehatan.

Sedangkan di Kecamatan Sungai Rumbai, bertemakan kaki lima street food, kita dapat menemukan olahan makanan yang biasa dijajakan pedagang kaki lima, seperti sate, bakso dan lainnya.

baca juga: Menkeu Akan Lelang SBN Rp 900,4 Triliun

"Allhamdulillah sudah berjalan selama dua bulan. Pasar kuliner ini semacam tempat hiburan bagi masyarakat, sebab di pasar tersebut juga dihiasi dengan lampu-lampu dan juga ada live musik, kecuali di pasar kuliner Pulau Punjung," kata Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Dharmasraya Zubrizal kepada KLIKPOSITIF .com di ruang kerjanya pada Rabu 26 Februari 2020.

Lebih lanjut diungkapkannya, untuk jumlah pedagang yang berjualan setiap malam minggu di pasar kuliner berkisar di angka 50 hingga 80 pedagang. "Harga makanan yang mereka jual itu sesuai harga biasanya, tidak ada yang dilebihkan. Bahkan penghasilan mereka dalam satu hari itu bisa mencapai 500 ribu hingga 1 juta," ujarnya.

baca juga: Mendag Ancam Tutup Pasar Jika Pedagang Tak Patuhi Protokol Kesehatan

Dia menjelaskan pasar kuliner ini hanya dibuka pada setiap malam minggu saja, mengingat aktivitas masyarakat sekitar lokasi. Sementara untuk pengelolaannya, Pemkab Dharmasraya menyerahkan sepenuhnya ke Pemerintah Nagari setempat.

"Sampai saat ini kita belum mendapatkan kendala dengan adanya pasar kuliner ini, semuanya berjalan dengan baik. Namun apabila ditemukan kendala di lapangan, kita siap untuk mengkoordinir dan membina kembali," ucap Zubrizal.

baca juga: Hari Ini Harga Emas Dunia Kembali Naik

Terobosan yang dilakukan Pemkab Dharmasraya dengan disediakannya tempat untuk pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dengan memanfaatkan lokasi yang telah disediakan Pemkab Dharmasraya .

"Yang tadinya hanya dipinggirkan jalan bahkan harus berjalan kaki, sekarang kita sediakan tempat, sehingga mempermudah penikmat kuliner mencari makanan yang ingin mereka cari. Begitu juga dengan pedagang, cukup berdiri di lapak dagangannya sembari menunggu konsumen," terangnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan, ke depannya Pemkab Dharmasraya juga akan mendirikan street food tersebut di Kecamatan lainnya.

Penulis: Ivan Rionaldo Lutfie | Editor: Ramadhani