Ada Kabar Jamaah Umrah Asal Indonesia Kembali Dipulangkan, Sapuhi: Baru Isu

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Sarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (Sapuhi) ikut bersuara terkait larangan penerbangan dari pemerintah Arab Saudi.

Bahkan, pihak Sapuhi menerima kabar adanya pemulangan kembali Jamaah yang terbang dengan maskapai Emirates ke tanah air dalam penerbangan umrah .

baca juga: Enam Laskar FPI yang Meninggal Saat Bentrok dengan Polisi Ditetapkan Jadi Tersangka

Ketua Umum Sapuhi, Syam Resfiadi menerangkan, pemulangan kembali jamaah itu lebih pada penerbangan ke Arab Saudi yang terlebih dahulu transit ke Dubai.

"Yang transit dipulangkan isunya demikian," ujar Syam saat dihubungi Suara.com jaringan KLIKPOSITIF .com, Kamis (27/2/2020).

baca juga: Dapat Rekomendasi Satgas Covid-19, Kemenag Siap Gelar MHQH ke-13

Kendati demikian, menurut Syam kabar tersebut masih simpang siur. Pasalnya, ia belum menerima bukti dari jamaah yang dikembalikan ke tanah air.

"Tapi kita belum liat bukti photo dari jamaah biar jelas clear ini baru isu, jadi mau dipulangkan," ucap dia.

baca juga: Wamenkeu: Vaksinasi dan Insentif Perpajakan Jumpstart Ekonomi 2021

Untuk diketahui, Wabah virus corona benar-benar berdampak luas. Terkini, Kementerian Luar Negeri (Kemnlu) Arab Saudi mengambil langkah menghentikan sementara penerimaan jemaah umrah dari seluruh negara, termasuk Indonesia.

Kebijakan itu disebut sebagai bagian dari upaya antisipasi maraknya penyebaran virus corona atau yang diberi nama resmi Covid-19.

baca juga: Ini 3 Jenis Bansos yang Akan Cair Bulan Ini

Dilansir dari laman kantor berita SPA, Kamis (27/2/2020), Kemenlu Arab Saudi menyatakan bahwa otoritas kesehatan Saudi mengikuti perkembangan terkait penyebaran virus corona yang kini juga telah menjangkiti negara tetangga di Timur Tengah, seperti Kuwait, Bahrain, dan Oman.

Untuk itu, Kerajaan merasa perlu mengambil tindakan pencegahan yang dampaknya mempengaruhi perjalanan menuju dan keluar negara Teluk tersebut.

Kerajaan berupaya memerangi penyebaran virus dengan menerapkan standar internasional serta mendukung komunitas internasional dalam mencegah penyebaran virus, terutama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). (*)

Editor: Eko Fajri