Ini 168 Inovasi OPD Pemprov Sumbar, Namanya Unik-unik

Rapat Koordinasi Pengelolaan Inovasi di Pemprov Sumbar
Rapat Koordinasi Pengelolaan Inovasi di Pemprov Sumbar (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) hingga saat ini telah memiliki 168 inovasi dari sebelumnya (2018) hanya memiliki 120 inovasi .

Inovasi ini menyebar di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan rumah sakit dibawah kewenangan provinsi. Program inovasi ini terdiri dari tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.

baca juga: Smart Grid Jadi Inovasi Teknologi di Sektor Ketenagalistrikan

Inovasi dari instansi pemerintah ini memiliki nama yang unik seperti Basaba "Bapak Sayang Bayi" yang merupakan inovasi tata kelola pemerintahan RS. Achmad Mochtar Bukittinggi.

Kemudian ada SI GADIS KOJA (Siap Tanggap Pasien Disabilitas dan Risiko Jatuh) yang merupakan inovasi pelayanan RSUD. Pariaman. SiLahar (Sistem Informasi Laporan Harian) Kominfo Sumbar, dan Si Upin Cermat (Aplikasi Urusan Pindah PNS Cepat,

baca juga: Motivasi Berinovasi di Semen Padang Meningkat, 206 Judul Inovasi Didaftarkan pada Ajang SPIE 2020

Ringkas, Mudah dan Tanpa Biaya BKD Sumbar.

Kepala Balitbang Sumbar Reti Wafda mengatakan terjadi peningkatan inovasi daerah Provinsi Sumatera Barat dari 2018 dan 2019.

baca juga: DPR: Permudah Birokrasi Untuk Riset dan Inovasi, Ommnibus Law Jawab Hal Itu

Secara kuantitas, di 2018 jumlah inovasi berjumlah 120 dan 2019 menjadi 168 inovasi . Sedangkan kualitas, tahun 2018 nilai indeks inovasi skor 13.010, dan pada 2019 menjadi 41.950.

"Kami berharap tahun ini nilai indek inovasi kita menjadi 50.000, dengan rata-rata nilai per OPD 1.000," harapnya.

baca juga: SPIE Semen Padang 2020: Sebanyak 97 Judul Telah Diregistrasi

Selain itu dikatakan Reti pada 2019, Pemprov Sumbar berhasil meraih peringkat 3 dari seluruh provinsi di Indonesia terhadap penyusunan hasil pengkukuran indeks inovasi daerah pada pusat penelitian dan pengembangan inovasi daerah Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Dalam Negeri tahun 2019.

Perolehan itu tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor : 002.6-415 Tahun 2019, tanggal 20 November 2019.

Sementara itu Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menekankan pentingnya dilakukan inovasi -inovasi di lingkungan pemerintah daerah, karena dengan adanya inovasi -inovasi tersebut akan mempermudah segala hal, terutama pada pelayanan terhadap publik.

Menurut dia, inovasi dilingkungan pemerintah daerah saat ini harus menjadi sebuah kebiasaan, budaya bahkan kewajiban bagi aparatur nya.

"Mungkin hingga saat ini masih ada aparatur yang belum tergerak untuk melakukan inovasi , dan ada pula yang merasa terganggu dengan lahirnya inovasi , mungkin karena selama ini merasa aman dan nyaman dengan kondisi yang ada, tanpa punya keberanian untuk melakukan perubahan kearah yg lebih baik. Hal tersebut harus dirubah agar kita tidak tertinggal dalam berbagai hal nantinya," ungkapnya.

Selain itu, dampak yang akan diperoleh oleh aparatur dari inovasi adalah perubahan situasi dan suasana kerja. Dimana akan membuat bekerja lebih efektif dan efisien, dengan kata lain inovasi tersebut adalah sebuah keniscayaan.

Dikatakan Gubernur, sudah dari lama dia menegaskan untuk seluruh organisasi perangkat daerah untuk selalu berinovasi, namun mesti sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku dengan tujuan meningkatkan kinerja penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.

Sampai saat ini, Gubernur mengatakan jumlah inovasi yang berhasil dilahirkan oleh Pemprov Sumbar terus meningkat, baik dari segi kualitas dan kuantitas.

"Walaupun terus meningkat, saya tekankan kembali jangan segera puas dengan pencapaian yang sudah dicapai. Jadikan inovasi tersebut menjadi sikap, kebudayaan bahkan kewajiban," ujarnya. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir