Gempa Tornillo Sering Terjadi di Marapi, Apa Itu?

Gunung Marapi
Gunung Marapi (KLIKPOSITIF/HATTA RIZAL)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF - Gunung Marapi Sumbar saat ini statusnya Waspada Level II. Segala aktifitas dalam radius 3 kilometer dari kawah, sama sekali tak direkomendasikan.

Dalam update terkini dari Pos Pengamat Gunungapi (PGA), periode pengamatan 00.00-24.00 pada Kamis 27 Februari 2020, disebutkan jika terjadi 4 kali gempa tornillo, dalam durasi 6-10 detik, gempa vulkanik dalam sebanyak 1 kali, dan gempa tektonik lokal 1 kali.

baca juga: Gempa Magnitudo 7,5 di Alaska, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami di Indonesia

Gempa vulkanik dalam adalah gempa yang terjadi akibat aktifitas magma dalam gunung api. Sementara gempa tektonik adalah gempa yang terjadi akibat pergeseran lempeng secara mendadak. Dua gempa ini relatif lebih dikenal, lalu apakah gempa tornillo itu?

Petugas PGA Marapi Rio Andika menyebut gempa tornillo adalah gempa yang terjadi pada gunung api yang berada di wilayah sesar atau patahan gempa. Marapi berada di wilayah patahan Sumatera.

baca juga: Gempa Guncang Pagai Selatan Mentawai, Dirasakan Hingga ke Padang

''Kedalamannya kurang dari 1000 meter, terjadi karena tekanan dan suhu tinggi dari dapur magma yang menekan fluida atau gas maupun cairan ke permukaan,'' katanya, Jumat 28 Februari 2020.

Ia mengatakan, gempa ini tak akan dirasakan kendati kita tengah berada di Puncak.

baca juga: Gempa Guncang Pagai Mentawai, Ini Penjelasan BMKG

"Terekam lewat sensor gempa Batu Palano. Gempa ini tidak mempengaruhi status Marapi, Cuma sebagai indikasi adanya aktifitas hydrotermal yang berhubungan dengan sumber magma,'' ujar Rio.

Rion menambahkan, gempa tornillo adalah fenomena biasa bagi gunung api yang dilewati patahan gempa.

baca juga: Peringatan 11 Tahun Gempa 30 September 2009, Plt Wako Padang: Tetap Kita Laksanakan Ditengah Pandemi COVID-19

Penulis: Hatta Rizal | Editor: Rezka Delpiera