Terkait Larangan Umrah, Kemenag Pessel Tangguhkan Pengurusan Rekomendasi

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

PESSEL , KLIKPOSITIF - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pesisir Selatan , Sumatera Barat menangguhkan seluruh pengurusan rekomendasi keberangkatan jemaah umrah sampai ada kebijakan baru, setelah kebijakan Pemerintah Arab Saudi belakangan ini.

Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Pesisir Selatan , Idris mengaku, sejauh ini pihaknya belum menerima perintah resmi terkait kebijakan tersebut. Namun, mengingat kondisi saat ini, pihaknya perlu membuat inisiatif sampai ada keputusan.

baca juga: DPRD Pessel Berduka, Almasri Anggota Dewan Dapil Sutera-Lengayang Meninggal Dunia

"Ini merupakan tindakan sementara waktu, sampai ada penjelasan dari Kanwil," ungkapnya saat dihubungi KLIKPOSITIF , Jumat 28 Februari 2020.

Ia menjelaskan, untuk pengurusan jemaah umrah asal daerah tidak terlalu signifikan banyak. Berdasarkan catatannya, dari Desember 2019, hingga Februari 2020, Kemenag Pessel hanya mengeluarkan puluhan rekomendasi.

baca juga: Soal Perpindahan Ahda Yanuar ke Provinsi, Plh Sekda Pessel Akui Belum Terima Surat Resmi

"Sebab, di Pesisir Selatan sendiri sejauh tidak ada travel yang langsung, yang banyak itu masih cabang. Jadi peserta umrah di daerah kita juga sedikit," terangnya.

Terkait adanya kebijakan saat ini, pihaknya berharap para jemaah bisa memaklumi setiap kebijakan yang keluar. Sebab, hal itu tidak hanya untuk terselenggaa perjalanan umrah yang aman, tapi juga kesemalatan jemaah.

baca juga: Sentil Soal Pelayanan Kesehatan, Rusma Yul Anwar: Laporkan Kepada Saya Jika Ada Aparatur Menolak

"Intinya demi kebaikan kita semua, dan mari kita doakan semua agar normal kembali seperti biasa," tutupnya.

Diketahui sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemnlu) Arab Saudi mengambil langkah menghentikan sementara penerimaan jemaah umrah dari seluruh negara, termasuk Indonesia.

baca juga: Usai Jabat Dua OPD di Pessel, Ahda Yanuar Kembali ke Pemprov

Kebijakan itu disebut sebagai bagian dari upaya antisipasi maraknya penyebaran virus corona atau yang diberi nama resmi Covid-19, sesuai yang diilansir dari laman kantor berita SPA, Kamis (27/2/2020).

Kemenlu Arab Saudi menyatakan bahwa otoritas kesehatan Saudi mengikuti perkembangan terkait penyebaran virus corona yang kini juga telah menjangkiti negara tetangga di Timur Tengah, seperti Kuwait, Bahrain, dan Oman.

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Haswandi