Penurunan Jumlah Peserta KB Aktif Pengaruhi Meningkatnya Jumlah Penduduk di Sumbar

Kegiatan Workshop Perumusan Isu Tentang Dampak Pengendalian Penduduk dalam Rangka Memperingati Harganas ke-XXVII di Padang, Senin, 02 Maret 2020.
Kegiatan Workshop Perumusan Isu Tentang Dampak Pengendalian Penduduk dalam Rangka Memperingati Harganas ke-XXVII di Padang, Senin, 02 Maret 2020. (KLIKPOSITIF/Khadijah)

PADANG, KLIKPOSITIF - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana ( BKKBN ) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Etna Estelita mengungkapkan bahwa penurunan jumlah peserta KB aktif (Contraceptive Prevalence Rate/CPR) memiliki korelasi dengan meningkatnya jumlah laju pertumbuhan penduduk di Sumbar.

"Pada 2003-2011 TRF di Sumbar berada dalam posisi stagnan dengan angka 2,6 persen. Sementara pada 2012 sampai dengan 2017 TFR mengalami penurunan dari 2,8 persen menjadi 2,5 persen. Namun pada 2018, jumlahnya kembali mengalami kenaikan menjadi 2,51 persen dan tahun lalu mencapai hingga 2,68," ujar Etna Estelita dalam kegiatan Workshop Perumusan Isu Tentang Dampak Pengendalian Penduduk dalam Rangka Memperingati Harganas ke-XXVII di Padang, Senin, 02 Maret 2020.

baca juga: Peduli Generasi Muda, Fadly Amran dan Dian Puspita Raih ABG Award 2020

Ia menjelaskan hal itu terjadi karena menurunnya pengguna alat kontrasepsi yang disarankan dan lebih memilih menggunakan kontrasepsi tradisional yang tidak menjamin mampu menekan angka kelahiran. Sementara itu, jika merujuk pada SKAP 2019, Unmetneed (Orang yang ingin menggunakan alat kontrasepsi, namun tidak terlayani dengan baik) Sumbar saat ini jumlahnya mencapai 10,8 persen.

Etna menjelaskan untuk 2020, target TFR yang akan dikejar yakni 2,24 persen dari 2,68 persen. Ia meragukan bahwa hal itu akan dapat dengan mudah tercapai, karena pada 2012-2017 hanya mampu menurunkan hingga 0,3 persen saja. Ia menjelaskan, angka TFR tertinggi itu berada di Mentawai dengan jumlah dan TFR terendah angkanya berada di Kota Padang dan Bukittinggi.

baca juga: Wawako Solok Terima Anugerah Ayah GenRe Sumbar 2020

Untuk mengatasi hal itu, BKKBN Sumbar berupaya untuk melakukan pemetaan untuk penggarapan pada daerah yang memiliki Unmetneed dengan angka yang cukup tinggi. Usai dilakukan pemetaan, didapatkan data bahwa ada 14 Kabupaten Kota di Sumbar yang memiliki Unmetneed yang cukup tinggi dan akan mendapatkan dana penggerakan untuk bakti sosial dari BKKBN Pusat dalam upaya penurunan angka unmetneed di daerah tersebut.

"Di Sumbar, ada 14 kabupaten kota yang masih memiliki angka unmetneed yang masih tinggi, sehingga BKKBN akan berusaha untuk menurunkan dana penggerakan guna dilakukan bakti sosial dan upaya untuk menurunkan angka unmetneet disana," ujar Etna saat diwawancarai usai memberikan materi pada workshop.

baca juga: Kunker ke 50 Kota, BKKBN Sumbar Kenalkan Rebranding Bangga Kencana dan GDPK

Guna melakukan upaya penurunan angka unmetneed pada 14 Kabupaten Kota di Sumbar itu, BKKBN tidak hanya fokus pada pelayanan statis. BKKBN juga melakukan pelayanan dalam bentuk bakti sosial dan memiliki moment strategies dalam mencapai hal tersebut yakni IBI KB-Kes, TNI KB-Kes, Bhayangkara KB-Kes dan PKK KB-Kes.

"Program strategis yang dilakukan itu merupakan bentuk kolaborasi antara BKKBN dengan mitra untuk melaksanakan insentifikasi guna mengejar penurunan Unmetneed di Sumbar yang memiliki target terendah yakni 8 persen," jelasnya lagi.

baca juga: Masyarakat Sumbar Selalulah Pakai KB Selama Pandemi COVID-19!

Etna: Persiapan Harganas 2020 Telah Rampung 70 Persen

Sementara itu, Etna Estelita mengungkapkan proses persiapan Harganas rampung 70 persen mendekati terselenggaranya Harganas 2020 pada 8-11 Juli di Sumbar dengan menjadikan Kota Padang sebagai Tuan Rumah pada iven Nasional tersebut. Ia menjelaskan, hal-hal berupa kegiatan selama acara, maskot, lokasi hingga program yang akan dilaksanakan telah diatur dengan baik, sehingga diharapkan semuanya berjalan lancar.

"Persiapannya sudah mencapai 70 persen. Selebihnya yang belum hanya hal-hal kecil saja, namun untuk rangkaian acara, maskot, baju seragam dan lainnya sudah oke. Doakan saja semoga iven berskala Nasional yang akan kita selenggarakan tersebut berjalan dengan lancar dan memuaskan," tutur Etna.(*)

Editor: Khadijah