Dampak Erupsi Merapi, Bandara Adi Soemarmo Ditutup Sementara

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - - Bandara Adi Soemarmo ditutup sementara karena dampak erupsi Gunung Merapi . Pihak Angkasa Pura I menjelaskan penutupan Bandara Adi Soemarmo di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah menutup a aktivitas penerbangan baik yang kedatangan maupun berangkat.

Ini sebagai dampak hujan abu dari erupsi Gunung Merapi , hingga Selasa (3/3/2020) siang.

baca juga: 165 Ribu Wisman Kunjungi Indonesia Sepanjang Agustus 2020, BPS: Bukan Liburan

Humas Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo, Danar Dewi P menjelaskan hujan abu dari Gunung Merapi berdampak pada penerbangan di Bandara Adi Soemarmo Solo. Sehingga pihak bandara untuk sementara menghentikan aktivitasnya mulai pukul 09.10 WIB.

Menurut Danar Dewi penutupan sementara tersebut setelah dilakukan tes landasan, dan dinyatakan positif terdapat abu vulkanik pascaerupsi Merapi .

baca juga: DPR Dorong KLHK Selesaikan Target Penetapan Kawasan Hutan

"Penutupan sementara dimulai pukul 09.10 WIB hingga sekitar pukul 13.30 WIB," kata Danar Dewi.

Menurut dia dampak penutupan aktivitas penerbangan di Bandara Adi Soemarmo tersebut ada empat penerbangan dari Solo, dan tiga di antaranya, dibatalkan.

baca juga: Dirikan Partai Ummat, PAN: Amien Rais Sudah Bukan Keluarga Besar Kami

"Pesawat yang terdampak itu, antara lain Lion Air nomor penerbangan JT 537 rute Solo- Jakarta (SOC-CGK), Garuda Indonesia No. GA 222 rute Jakarta-Solo (CGK-SOC), dan Ai rAsia no. QZ-8454 rute Denpasar-Solo (DPS-SOC)," katanya.

Hujan Abu yang turun di kawasan Boyolali juga berdampak pada operasional Bandara Adi Soemarmo tersebut diperkirakan akan dibuka kembali sekitar pukul 13.30 WIB.

baca juga: Komisi IX DPR Dukung Percepatan Pengembangan Industri farmasi dan Alkes

Sebelumnya melalui akun resminya, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) di Yogyakarta menyebutkan Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Provinisi Jateng dan D.I. Yogyakarta tersebut terjadi erupsi pada Selasa, sekitar pukul 05.22 WIB.

Erupsi tercatat dengan amplitudo 75 mm dan durasi 450 detik dengan ketinggian kolom mencapai 6.000 meter dari puncak, dan terjadi guguran ke arah hulu Kali Gendol dengan jarak sekitar dua kilomter, dan status waspada.

Sumber: Antara/Suara.com

Editor: Eko Fajri