Arifin Tasrif: Gas Masih Tulang Punggung Energi Nasional

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Gas bumi dinilai masih menjadi tulang punggung energi nasional sekaligus salah satu penggerak utama perekonomian Indonesia. Akan tetapi, tantangannya ke depan adalah bagaimana Indonesia bisa mengatasi kesenjangan antara kebutuhan dan ketersedian energi tersebut.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM ) Arifin Tasrif menjelaskan potensi gas di Indonesia cukup besar dengan kepemilikan atas cadangan terbukti sebesar 97,5 trilliun kaki kubik dan belum sepenuhnya dioptimalkan.

baca juga: Wapres: 40 Persen Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah untuk UMKM

" Gas menjadi salah satu backbone energi kita yang memang bisa kita manfaatkan karena ke depannya kebutuhan gas di dalam negeri akan bertambah dan itu harus kita alokasikan semaksimal mungkin pemanfaatannya," jelas Arifin di Bandung.

Kendati begitu, Arifin mengungkapkan jika pengelolaan gas tidak dilakukan secara tepat maka sulit kiranya untuk mewujudkan kemandirian energi mengingat adanya indikasi energi fosil akan habis. "Kalau dulu minyak kita ekspor, gas kita ekspor. Sekarang ini gas juga mulai terindikasi menurun (produksinya)," ungkapnya.

baca juga: Diubah Pemerintah, Ini Daftar Lengkap Libur Nasional dan Cuti Bersama 2021

Dalam hal sumber daya gas ini, Arifin menambahkan, perbandingan cadangan gas Indonesia terhadap cadangan gas dunia kurang dari 2 persen. "Cadangan gas hanya 1,53% dari cadangan dunia. Rusia menjadi yang terbesar," kata Arifin.

Hal serupa juga terjadi di minyak bumi. Indonesia hanya memiliki 0,2% dari cadangan minyak bumi dunia. Cadangan minyak terbesar dimiliki oleh Venezuela.

baca juga: Pemerintah Pastikan Pembuatan Kartu Pencari Kerja Gratis, Begini Caranya Membuatnya

Melihat kondisi tersebut, Pemerintah tengah melakukan berbagai terobosan salah satunya mengaktifkan kembali sumur-sumur tua yang masih potensial. "Saya meminta ke Pertamina dan SKK Migas, kita punya banyak cadangan yang belum teroptimalkan. Banyak sumur-sumur tua harus kita aktifkan lagi. Masih ada 74 potensi cekungan yang belum dikerjakan," tegas Arifin

Editor: Eko Fajri