Nelayan di Pasbar Tidak Melaut, Harga Ikan Mahal

Kapal bagan nelayan sedang bersandar.
Kapal bagan nelayan sedang bersandar. (KLIKPOSITIF)

PASBAR , KLIKPOSITIF -- Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa ke depan dalam pantauan BMKG membuat pasokan ikan yang ada di Kabupaten Pasaman Barat-Sumbar semakin berkurang. Ini dikarenakan nelayan di daerah ini tidak melaut. Berkurangnya pasokan ikan tersebut mengakibatkan kenaikan harga ikan di pasaran.

Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI), Sofian Ahmad mengatakan, pasokan ikan berkurang akibat kondisi cuaca. Dalam keadaan cuaca normal, pasokan ikan perhari di PPI Aia Bangih yakni 7-9 ton. Bahkan, musim puncak bisa mencapai 15 ton.

baca juga: KPU Pasaman Barat Temukan Sekitar 2.000 Surat Suara Rusak

"Namun, akibat cuaca ekstrem beberapa hari belakangan ini, hanya tersedia pasokan ikan 2 ton saja perhari," ucap Sofian.

Menurut Sofian, minimnya pasokan ikan berimbas kepada kenaikan harga ikan di pasaran, seperti ikan tenggiri dari harga Rp.45 ribu perkilogram menjadi Rp.48 ribu perkilogramnya. Sedangkan, ikan tongkol Rp.13 ribu perkilogram menjadi Rp.16 ribu perkilogram.

baca juga: Disdukcapil Pasaman Barat Sebut Telah Merekam 278.077 Lembar KTP Elektronik

"Aktifitas di PPI Air Bangis sore ini biasanya bongkar muat sampai malam, namun sekarang sepi. Ini sudah terjadi selama satu minggu terakhir," ujar Sofian.

Sementara itu, di UPT PPI Sasak Ranah Pasisia saat ini pasokan memang sedang kosong. Nelayan belum berani ke laut mencari ikan karena cuaca tidak baik. "Pasokan ikan kosong di UPT PPI Sasak kosong karena nelayan tidak ke laut mencari ikan," kata Kepala UPT PPI Sasak, Asril, Jumat sore.

baca juga: Kebakaran di Asrama SMP IT Darul Hikmah di Pasbar, Kerugian Ditaksir Rp700 Juta

[Buyung Fajri]

Penulis: Agusmanto