Kogami Padang: Rencana Evakuasi Keluarga Penting Untuk Hadapi Bencana Gempa dan Tsunami

Ilustrasi
Ilustrasi (net)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Beberapa bulan belakangan, gempa di kawasan megathrust Mentawai selalu terjadi. Terakhir, gempa di Mentawai terjadi pada Rabu (4/3/2020) sekira pukul 20.36 WIB.

Meski gempa terus terjadi, namun ini tidak mengurangi potensi maksimal gempa megathrust Magnitudo 8,9 di Siberut Mentawai. Untuk antisipasi bencana gempa dan tsunami di tingkat keluarga, perlu dilakukan rencana evakuasi keluarga.

baca juga: Gempa Magnitudo 7,5 di Alaska, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami di Indonesia

Direktur Eksekutif Komunitas Siaga Tsunami (Kogami) Padang, Patra Rina Dewi mengatakan, belajar dari kejadian bencana tsunami di Aceh 2004 lalu, banyak anggota keluarga yang terpisah-pisah.

Bahkan, ada anak ada yang yatim piatu karena sebenarnya orang tua mereka sudah di zona aman, tetapi mereka panik kemudian jemput anak di zona merah, ternyata anak sudah disematkan tetangga, sementara orang tua jadi korban.

baca juga: BMKG Dorong Penelitian Megatrust dan Tsunami

"Disinilah diperlukan rencana evakuasi keluarga, sehingga setiap anggota keluarga tahu kemana harus menyelamatkan diri dari tempat beraktivitas masing-masing, jadi tidak boleh lagi saling mencari, jika gempa berpotensi tsunami terjadi," katanya saat dihubungi KLIKPOSITIF , Jumat (6/3/2020).

Patra Rina Dewi menambahkan, dalam setiap edukasi Kogami Padang, disampaikan gempa yang berpotensi tsunami itu dirasakan selama dua puluh menit dan goncangannya membuat sulit untuk berdiri. "Jika hal itu dirasakan, langsung segera evakuasi saja," ujarnya.

baca juga: Simak Penjelasan Geolog UGM Ini Terkait Ramai Isu Gempa Besar dan Tsunami di Jawa

"Kalau anggota keluarga, sudah punya kesepakatan untuk titik kumpul di zona aman. Titiknya harus benar-benar diketahui lokasinya," sambungnya.

Jika ditanya seberapa penting rencana evakuasi keluarga, Patra Rina Dewi menjawab sangat penting. "Penting, penting, dan penting. Pentingnya ini tidak hanya untuk keluarga di zona merah saja, ini juga untuk seluruh keluarga di 7 kabupaten/kota yang terdampak tsunami ," tuturnya.

baca juga: LIPI Temukan Endapan Tsunami Berusia 300 Tahun, Dipastikan Terjadi Berulang

Patra Rina Dewi melanjutkan, rencana evakuasi keluarga juga berlaku bagi keluarga yang tinggal di zona hijau. "Jangan merasa aman juga jika tinggal di zona hijau, siapa tau ada anggota keluarga berada di zona merah saat bencana terjadi," katanya lagi.

Patra Rina Dewi menegaskan, semuanya harus punya rencana evakuasi keluarga, bencana itu memakan korban kalau manusianya lengah.

Patra Rina Dewi menyebut, selain rencana evakuasi keluarga, tas siaga bencana harus disiapkan oleh setiap keluarga, yang berisi makanan instan, radio, senter, kotak P3K, uang tunai di rumah.

"Untuk masing-masing diri pribadi seharusnya juga menyiapkan, jika bencana terjadi saat bepergian, jadi sudah ada persiapan," tuturnya.(*)

Editor: Muhammad Haikal