Musim Kemarau Makin Dekat, BPBD Lima Puluh Kota Petakan Titik Rawan Kebakaran Hutan

LIMA PULUH KOTA , KLIKPOSITIF - Menyikapi prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi bahwa April ini akan memasuki musim kemarau , Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kabupaten Limapuluh Kota mulai memetakan sejumlah titik di daerah tersebut yang rawan terjadi kebakaran hutan .

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Limapuluh Kota Jhoni Amir mengatakan, pihaknya fokus menyiapkan personel untuk menyambut musim kemarau .

baca juga: Beli Sabu Dipinggir Jalan, Petani di Lima Puluh Kota Diciduk Polisi

"Prediksi BMKG musim kemarau itu terjadi di April, sekarang peralihan dan di penghujung musim hujan. Jadi memang kita bersiap untuk menghadapi bencana yang akan terjadi selama musim kemarau ," kata Jhoni Amir, Senin (9/3).

Dikatakan Jhoni, pada musim kemarau tahun lalu terdapat sejumlah wilayah di Kabupaten Lima Puluh Kota yang terjadi kebakaran hutan .

baca juga: Sebanyak Lima Kantor Hukum Ajukan Proposal untuk Mewakili KPU Lima Puluh Kota di MK

"Tahun lalu itu di Lima Puluh Kota ada tiga titik kebakaran hutan . Untuk itu, tahun ini kita meningkatkan kewaspadaan untuk meminimalisir dampak kebakaran hutan ," jelas dia.

Beberapa daerah yang berpotensi terjadi kebakaran hutan , terang Jhoni Amiar adalah Kecamatan Pangkalan, Kecamatan Kapur IX, Kecamatan Mungka, Kecamatan Suliki, Kecamatan Gunuang Omeh.

baca juga: Gugatan Paslon Sahladi-Maskar Diregistrasi MK, Ini Tanggapan KPU Lima Puluh Kota

"Ada lagi potensi di Kecamatan Luhak, namun ini potensinya lebih kecil dari yang lainnya. Tapi kita tetap waspada," ujarnya

Untuk meminimalisir itu, pihaknya akan memaksimalkan Kelompok Siaga Bencana (KSB) dan manggala agni (pemadam kebakaran hutan dan lahan) bersama pemadam kebakaran.

baca juga: Momentum 72 Tahun Peristiwa Situjuah, Bupati Irfendi Ajak Generasi Muda Melek Sejarah

"KSB dan lainnya kita dorong untuk memberikan sosialisasi-sosialisasi kepada masyarakat di musim kemarau karena kebakaran hutan juga cukup banyak disebabkan karena masyarakat," kata dia.

Dia juga menghimbau masyarakat untuk tidak membakar sisa lahan pertanian dan sampah di sekitar hutan pada musim kemarau . Hal ini semaksimal mungkin harus dihindarkan agar tidak ada lagi terjadi kebakaran hutan .

"Saat musim kemarau itu potensi api untuk lebih cepat menyebar itu besar. Jadi hindari membakar sampah dan sisa lahan pertanian di musim kemarau ," ujarnya.

Selain kebakaran hutan , saat musim kemarau juga berpotensi adanya kekeringan. Oleh karena itu pihaknya akan menyiapkan peralatan dan stok air apabila terjadi kekeringan.

"Kita akan serahkan air di sana di daerah yang kekeringan. Yang penting kita siapkan dulu semuanya," pungkasnya. (*)

Editor: Taufik Hidayat