DPRD Minta Pemkab Serius Tangani Kasus LGBT di Kabupaten Solok

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Solok dipimpin Ketua DPRD Jon Firman Pandu
Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Solok dipimpin Ketua DPRD Jon Firman Pandu (Ist)

SOLOK, KLIKPOSITIF - DPRD Kabupaten Solok meminta pemerintah daerah untuk memberikan atensi serius terkait dugaan maraknya perilaku seks menyimpang ( LGBT ) yang belakangan terjadi di tengah-tengah masyarakat.

Menurut anggota DPRD Kabupaten Solok , Harry Pawestry, kasus dugaan perilaku homo seksual yang terjadi beberapa waktu lalu di salah satu nagari di Kabupaten Solok sangat mengkhawatirkan.

baca juga: Antisipasi Kejahatan saat Pandemi, Polres Solok Intensifkan Patroli

"Sudah sama-sama kita simak di media massa, bahkan salah satu terduga pelaku masih dibawah umur, ini sangat mengkhawatirkan kita semua," sebut Harry Pawestri saat rapat paripurna laporan reses masa sidang I, Senin (9/3/2020).

Menurutnya, jika tidak ada perhatian serius dari pemerintah daerah dan tindakan tegas dari pihak terkait, hal tersebut bisa semakin berkembang di tengah-tengah masyarakat. Penyimpangan tersebut sangat bertentangan dengan hukum agama dan hukum negara.

baca juga: Simpan Sabu di Kamar, Pemuda Asal Selayo Diciduk Polisi

"Yang jelas, ini adalah kekhawatiran kita semua, perlu upaya yang jelas dan konkrit untuk menekan dan memerangi perilaku semacam itu ( LGBT ) di daerah kita, bukan tidak mungkin sudah banyak terjadi namun tak semua terungkap," jelasnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Solok Yulfadri Nurdin mengatakan, perlu penanganan serius terhadap para pelaku LGBT agar memberikan efek jera. Jangan sampai perilaku LGBT tumbuh subur di Kabupaten Solok .

baca juga: Besok, KPU Kabupaten Solok Mulai Verifikasi Faktual Calon Perseorangan

"Ini merupakan sebuah kejadian yang sangat luar biasa, bahkan kalau kita baca, mereka berani melakukan hal semacam itu di dalam sebuah musala," sebut Wakil Bupati.

Wabup juga mengajak semua tokoh agama, tokoh masyarakat, ninik mamak, bundo kanduang dan pemuda untuk bekerjasama memerangi perilaku seks menyimpang yang terjadi di masyarakat.

baca juga: Harimau Sumatera Kembali Masuk Perangkap BKSDA di Solok

"Hal ini harus menjadi perhatian kita bersama, mari mulai dengan mengawasi anak kemenakan kita, dengan siapa mereka bergaul, apa yang mereka lakukan, sangat perlu kita lakukan," ajaknya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua laki-laki ditangkap oleh warga di dalam sebuah musala di Kabupaten Solok lantaran diduga melakukan hubungan sesama jenis pada Senin dini hari (2/3/2020). Sebelum diserahkan pada polisi, keduanya sempat dihakimi massa.

Penulis: Syafriadi | Editor: Haswandi