Pembangunan Jalan Pasar Baru-Alahan Panjang, Kadis PU Sumbar: Tahun Ini Rp7 Miliar

Kepala Dinas PU Sumbar Fathol Bari
Kepala Dinas PU Sumbar Fathol Bari (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus berupaya agar jalan Pasar Baru- Alahan Panjang agar cepat selesai.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumatera Barat (PU Sumbar) menyebutkan, tahun ini dianganggar sebanyak Rp7 miliar untuk jalan tembus Pesisir Selatan - Solok tersebut. Untuk akses lancar dan jalan bagus masih tersisa 10 km lagi.

baca juga: Karena Tiga Hal, DPRD Agenda Interpelasi Bupati Pessel

"Dana sebanyak itu cukup untuk 1 kilometer, sehingga bisa tersisa 9 km lagi," ujarnya, Rabu, 11 Maret 2020.

Fathol mengatakan, agar lebih cepat selesai, tahun 2021 akan dianggarakan lebih besar lagi sehingga jalan tersebut segera bisa dipakai untuk akses Solok - Pessel .

baca juga: Kunjungi Daerah Terisolir di Kabupaten Solok, Nasrul Abit Janji Sejahtera Warga Garabak Data

Dikatakan, total panjang jalan tersebut 44 km, hingga saat ini yang sudah terselesaikan sepanjang 23 km, dan masih tersisa 21 km yang belum terselesaikan. Dari 21 km yang tersisa sudah tembus, namun untuk bisa dilewati sekitar 10 km butuh penanganan.

"Untuk menuntaskan jalan ini, dibutuhkan anggaran lebih kurang 70 miliar," jelasnya.

baca juga: DPRD Pessel Sebut Penghentian Gedung Baru RSUD Painan Tidak Bisa Sepihak

Jika jalan yang menghubungkan dua daerah tersebut dapat diselesaikan akan memberikan dampat positif bagi kedua daerah tersebut, terutama efisiensi waktu dalam membawa hasil daerah masing-masing.

" Pessel bisa membawa hasil perikanannya ke Solok lebih cepat, begitu juga dengan Solok yang bisa membawa hasil sayur-sayuran nya. Jika dihitung akan memangkas jarak sekitar 80 km, jika dibandingkan melewati Padang," jelasnya.

baca juga: Terkait Pembangunan RSUD, Bupati Pessel: Kalau Saya Lanjutkan, Saya akan Menjadi Tersangka

Dia menjelaskan Pengerjaan awal jalan tersebut sudah dimulai sejak 2008 silam, namun tidak bisa terselesaikan karena terkendala dengan anggaran.

"Tiap tahun dianggarakan, tapi memang jumlahnya tidak besar," tukasnya. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir