Kalah di Pengadilan Terkait Sengketa Tanah, Wali Kota Bukittinggi Ajukan Banding

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF --Pemerintah Kota Bukittinggi melakukan banding pasca kalah di Pengadilan Negeri terkait sengketa tanah dengan Stikes Fort de Kock.

Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengatakan, pihaknya sudah mendaftarkan gugatan ke Pengadilan.

baca juga: Bicara Tentang "Penyakit" Korupsi, Ini Kata Menkeu

"Kita putuskan banding, tadi sudah kita daftarkan,"kata Ramlan, Kamis 12 Maret 2020 dalam jumpa pers bersama wartawan.

Ramlan mengatakan, tidak dapat terima dengan keputusan tersebut dan bersikukuh jika tanah tersebut adalah milik Pemerintah Bukittinggi.

baca juga: Dianugerahi KI Sumbar sebagai Achievement Motivation Person 2021, Ini Kata Kadis Kominfo Pessel

"2.200 meter persegi tanah kita di Stikes dan akan kita pertahankan karena itu adala hak kita,"ucapnya.

Ramlan mengatakan, awalnya Pemko membeli tanah kosong di Kelurahan Manggis Gantiang, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, luasnya 8.200 meter persegi pada tahun 2007.

baca juga: Miliki Sabu, Emak Emak di Pariaman Ditangkap Polisi

Kenyataannya, setelah diukur BPN, tanah tersebut tinggal 6.000 meter persegi, Ramlan menyebut 2.200 meter lagi berada di Stikes Fort de Kock dan sudah dibangun.

"Kita punya sertifikat asli, dan dibeli langsung tanpa perantara, kita hormati putusan hakim tapi masih ada upaya hukum ,"pungkasnya.

baca juga: Tingkatkan Kualitas Guru Agama, Ini yang Dilakukan Pemko Pariaman

Sebelumnya, terkait sengketa lahan ini, Stikes Fort de Kock menggugat Pemko Bukittinggi, Pada Rabu 11 Maret 2020, Pengadilan Negeri Bukittinggi mengabulkan gugatan Stikes.

Penulis: Hatta Rizal | Editor: Eko Fajri