Menlu Retno: 10 WNI yang Ditawan Abu Sayyaf Dipastikan Aman Saat Kontak Senjata Terjadi

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi ()

KLIKPOSITIF -Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan 10 warga negara Indonesia yang tengah ditawan kelompok Abu Sayyaf tidak berada di lokasi saat kontak senjata antara kelompok itu dengan tentara Filipina .

Dia memastikan hingga hari ini pukul 12.00 WIB10 WNI tersebut dalam kondisi baik. "Kontak terakhir saya lakukan tadi pagi dengan Menlu Filipina ," ujarnya.

baca juga: Marc Klok akan Jadi WNI, Akankah Masuk Skuad Timnas Indonesia?

Sebelumnya kontak senjata terjadi pada Sabtu, 9 April lalu. Dalam kontak senjata tersebut, 18 tentara Filipina meninggal dunia dan 53 orang lainnya luka-luka.

Di kubu pemberontak, lima orang tewas, termasuk seorang ekstremis asal Maroko. Ekstremis itu bernama Mohammad Khattab. Selain itu, sekitar 20 orang pemberontak lainnya terluka.

baca juga: Satu WNI Sandera Abu Sayyaf Meninggal Dunia Ditengah Baku Tembak di Filipina, Kondisi Empat Lainnya Belum Diketahui

Retno melalui Menteri Luar Negeri Filipina telah menyampaikan ungkapan keprihatinan, simpati dan dukacita atas korban tentara Filipina . Adapun saat ditanya mengenai kabar tebusan 10 WNI tersebut, Retno menegaskan, pihak pemerintah tidak akan terlibat dengan hal tersebut.

"Secara prinsip hal ini tidak boleh dilakukan oleh negara," katanya. Dia memohon doa terus menerus dari masyarakat agar upaya pembebasan ini dapat berjalan dengan baik.

baca juga: Terungkap, Awal Mula Syekh Ali Jaber Putuskan Jadi WNI

Penulis: Fitria Marlina