30 Instansi di Sumbar Berkompetisi Menjadi Pelayan Publik Terinovasi

Penyelenggara dan tim penilai Sosialiasi Teknis Penilaian kepada seluruh peserta kompetisi di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Jumat, 13 Maret 2020
Penyelenggara dan tim penilai Sosialiasi Teknis Penilaian kepada seluruh peserta kompetisi di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Jumat, 13 Maret 2020 (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Sebanyak 30 Unit Kerja Pelayanan Publik (UKPP) di Sumatera Barat (Sumbar) berkompetisi dalam Pelayanan Prima (KPP) Dan Inovasi Pelayanan Publik (IPP) Tingkat Provinsi Sumatera Barat.

Dari 30 peserta tersebut, 11 dari Pemprov Sumbar dan 19 dari kabupaten/kota se-Sumbar. Dalam rangka persiapan pelaksanaan kegiatan, maka Biro Organisasi selaku sekretariat pelaksana bersama dengan tim penilai memberikan sosialisasi dan teknis penilaian.

baca juga: Alwis Ajak Masyarakat Sukseskan MTQ Nasional di Sumbar

Kepala Bagian (Kabag) Ketatalaksanaan Biro Organisasi Sumbar Yastri Alphian menyampaikan, kompetensi tersebut untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik yang melahirkan inovasi dan tercapainya pelayanan prima.

"Ini merupakan tahun ke lima dilaksanakannya KPP dan IPP tingkat provinsi," ujarnya saat Sosialiasi Teknis Penilaian kepada seluruh peserta kompetisi di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Jumat, 13 Maret 2020.

baca juga: Gubernur Sumbar: Seleksi MTQ Nasional Sudah Sesuai Aturan

Dijelaskannya, diselenggarakannya kompetensi KPP dan IPP, selain bertujuan untuk membina UKPP juga menjadikan penyelenggara pelayanan prima sesuai amanat Undang-undang 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik .

"Intinya untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat. Kemudian, juga bertujuan untuk menghimpun dan memotivasi lahirnya inovasi pelayanan publik baru dari seluruh peserta kompetis," terangnya.

baca juga: Ingat! ASN Melanggar Protokol Kesehatan Diganjar Sanksi Penundaan Kenaikan Pangkat dan Pemotongan Tunjangan

UKPP yang menjadi peserta ditingkat provinsi ini nantinya akan didorong untuk mengikuti Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Nasional (KIPPN) yang diselenggarakan oleh KemenPANRB.

Sebelumnya, dari beberapa UKPP yang telah mengikuti kompetisi nasional, 6 Inovasi diantaranya berhasil masuk Top 99 terbaik nasional.

baca juga: Motivasi Berinovasi di Semen Padang Meningkat, 206 Judul Inovasi Didaftarkan pada Ajang SPIE 2020

"Bahkan ada 2 inovasi yang masuk Top 40 terbaik nasional tahun 2018, yakni Bapak Sayang Bayi (Basaba) dari RSUD dr. Achmad Mochtar Bukittinggi dan Kelas Ibu Muda (kelas imud) dari Puskesmas Padang Pasir, Kota Padang," jelasnya.

Untuk menjaga objektivitas penilaian dan mendapatkan hasil terbaik, tim penilai berasal dari lembaga independen yang berada diluar pemerintah yaitu dari MUI Sumbar, Universitas Andalas (Unand), Universitas Negeri Padang (UNP), Surat Kabar Harian Singgalang, LKBN ANTARA Sumbar, dan Ombudsman RI Perwakilan Sumbar.

Untuk diketahui, dalam teknis penilaian nanti tim sudah menetapkan 6 komponen indikator penilaian yang meliputi komponen Standar Pelayanan, SDM, Sarana Prasarana, Inovasi , Pendapat Masyarakat dan Kepemimpinan.

Tim tidak hanya menilai dari dokumen profil UKPP dan paparan yang telah dipersiapkan peserta, tetapi juga akan langsung melihat kondisi real dilapangan sehingga akan singkron antara data yang disajikan dan fakta yang ada. Penilaian juga menekankan kepada perbedaan hasil layanan sebelum dan sesudah inovasi dilakukan.

Hasil akhir dari KPP dan IPP tahun 2020 akan menetapkan 5 nominasi terbaik untuk UKPP dilingkup Pemprov Sumbar dan 5 nominasi terbaik untuk UKPP Pemerintah Kabupaten/ Kota se-Sumatera Barat, dan kemudian untuk rewardnya akan diserahkan langsung oleh Gubernur Sumbar. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir