Gubernur Sumbar Siapkan 20 Halaman Jawab Interpelasi BUMD

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat menjawab interpelasi di DPRD Sumbar
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat menjawab interpelasi di DPRD Sumbar (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno memberikan jawaban secara langsung terkait hak interpelasi yang digulirkan DPRD Sumbar terkait pengelolaan BUMD dan aset daerah.

Jawab diberikan pada sidang paripurna dimulai sekitar pukul 09.30 WIB yang dibuka oleh Ketua DPRD Sumbar Supardi dan dilanjutkan dengan agenda penyampaian keterangan gubernur terhadap hak interpelasi DPRD di Gedung DPRD Sumbar, Jumat, 13 Maret 2020.

baca juga: Komisi Satu DPRD Sumbar Sosialisasi Perda AKB di Lubuak Aluang Padang Pariaman

Materi interpelasi terkait pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan aset daerah. PT Bank Nagari, PT Balairung Citra Jaya dan PT Grafika Jaya Sumbar. Terkait dengan pengelolaan Bank Nagari

Irwan Prayitno memberikan penjelasan secara rinci terkait BUMD mulai dari PT Grafika, PT Bank Nagari dan lainnya dalam dokumen sebanyak 20 halaman. Penyampaian dilakukan dengan membacakan dokumen tersebut dan ditambah dengan sejumlah keterangan lainnya secara lisan.

baca juga: Ketika Ada Dua Salat Jumat di DPRD Sumbar

Dalam pemaparannya, Irwan Prayitno menyebutkan kondisi sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) cukup baik dan sudah berkontribusi memberikan deviden.

Dijelaskannya, setiap pertanyaan yang menyangkut BUMD dan aset daerah, Sumbar mendapatkan deviden yang bisa mensejahterakan masyarakat.

baca juga: Aliansi Tanpa Nama Tuliskan Demokrasi Tanpa Penindasan di Bundaran Gedung DPRD Sumbar

"Dari Bank Nagari sudah memberikan deviden Rp 360 miliar lebih dari total penyertaan modal Rp 217 miliar lebih dan memiliki untung 65,68 persen. Sementara untuk PT Askrida juga memberikan deviden Rp 80 miliar lebih, PT Balairung selama 5 tahun terakhir memberikan deviden Rp 2,2 miliar, PT Jamkrida memberikan deviden Rp 2,3 miliar, PT Grafika Rp 455 juta dan PT Pembangunan Rp 91 juta lebih," jelas gubernur.

Dikarenakan waktu Jum'at akan masuk, pimpinan rapat menskor dan akan dilanjutkan setelah salat Jumat pada pukul 14.00 WIB.

baca juga: Ketua DPRD Sumbar: Target Perda AKB Bukanlah Sanksi Tapi Kedisiplinan

Usai salat rapat paripurna kembali dilanjutkan dengan sesi pertanyaan. Ada enam anggota DPRD Sumbar mencerca pertanyaan yaitu Ali Tanjung (Demokrat), Ismet Amzis (Demokrat), Nofrizon (Demokrat), Evi Yandri (Gerindra), Syahrul Furqon (PAN) dan Desrio Putra (Gerindra).

Secara umum, pertanyaan anggota DPRD Sumbar sudah dijawab oleh gubernur Sumbar dengan panjang lebar, namun mendapat penjelasana secara konkrit. Untuk itu Rapat Paripurna DPRD Sumbar itu akhirnya ditunda untuk penyampaian pandangan umum fraksi yang akan dibacakan pada paripurna berikutnya.

Rapat paripurna dibuka oleh Ketua DPRD Sumbar Supardi didampingi oleh wakil ketua Irsyad Safar, Suwirpen dan Indra Datuak Rajolelo.Gubernur didampingi oleh Wakil Gubernur Nasrul Abit dan Sekda Alwis. (*)

[Hms-Sumbar]

Editor: Joni Abdul Kasir