Corona Meluas di Indonesia, Aktivitas Warga Masih Normal di Bukittinggi

Aktifitas Warga Masih Ramai di Jam Gadang
Aktifitas Warga Masih Ramai di Jam Gadang (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF --Juru Bicara Penanganan Virus Corona Indonesia Achmad Yurianto, memastikan sudah 96 kasus positif corona di indonesia pada Sabtu 14 Maret 2020.

Sebaran Corona terjadi di DKI, Pontianak Depok, Bandung, Solo, Bali dan Manado.

baca juga: Menkominfo Jelaskan Alasan Pemerintah Terapkan Pengetatan Kegiatan Nataru

Diantara 96 itu, 5 orang dilaporkan meninggal dan 8 orang disebut sembuh. Kecepatan virus corona di Indonesia terbilang sangat mengkhawatirkan, sebab dua kasus pertama baru dinyatakan pada 2 Maret 2020, atau terjadi peningkatan sebanyak 94 kasus dalam 13 hari ini.

Tentu saja hal ini mengundang kekhawatiran, dan di banyak imbauan agar warga menjauhi keramaian.

baca juga: Pemkab Pessel Apresiasi Kiprah PKPS untuk Daerah

Kendati demikian, aktivitas warga di Bukittinggi pada Minggu 15 Maret 2020 terbilang normal, areal publik tetap dipenuhi warga.

Pada hari Minggu, biasanya warga memadati kawasan Jam Gadang dan Lapangan Kantin, kedua objek itu terlihat ramai oleh warga yang tengah bersantai atau bersenam.

baca juga: Emersia Grup Rayakan Milad ke-9 Bersama Penyandang Disabilitas Tanah Datar

Belum tampak ada kepanikan warga yang menjauhi areal keramaian, begitu pun warga yang memakai masker, tak terlihat dominan, warga rata-rata masih tanpa masker saat beraktifitas di luar rumah.

"Ah biasa saja, memang ada kekhawatiran akibat corona , tapi ya bagaimana, tak mungkin pula di rumah terus, lagian kasus itu kan belum ada di sini, jika ada kasus, baru tak berani beraktivitas di luar,"sebut salah satu warga Rani.

baca juga: PPKM Level 3 Selama Nataru Batal, Ini Aturan Barunya

Tak hanya di objek wisata , pantauan pagi ini di Pasar Banto yang cenderung ramai saat hari minggu, tetap seperti biasa, warga masih berjubel membeli sembako seperti sediakala.

Sebelumnya, Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias tengah mengkaji mengenai pembatasan kegiatan yang mengundang keramaian di kota wisata itu.

Penulis: Hatta Rizal | Editor: Ramadhani