Diduga Lakukan Penganiayaan, Oknum Guru di Padang Terancam 2 Tahun 8 Bulan Penjara

Ilustrasi
Ilustrasi (net)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Seorang oknum guru disalah satu SMP negeri di Kota Padang menjadi terdakwa di Pengadilan Negeri Padang kelas 1 A Padang, Senin (16/3/2020). Oknum guru berinisial D tersebut, diduga memukul rekan kerja sesama guru.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Padang Suci Wulandari mengatakan, sidang beragendakan dakwaaan terdakwa D disangkakan pasal 351 Ayat (1 ) KHUP Pidana. "Terdakwa diancam pidana 2 tahun 8 bulan kurungan," kata Suci.

baca juga: Video Dugaan Penganiayaan Remaja Putri di Padang Viral di Medsos, Ini Kata Polisi

Diketahui, sidang diketuai oleh Hakim Ketua Merry, Anggota Nasrianto, dan Ade Zulfiana Sari melanjutkan sidang pekan depan. "Baiklah sidang ditunda Selasa (23/3/2020) mendatang. Dalam agenda pemeriksaan saksi," kata Hakim Ketua.

Sebelumnya, sesuai dengan Laporan Polisi Polsek Koto Tangah LP/116/K/III/2019/Sektor, tanggal 05 Maret 2019. tentang pidana Penganiayaan , kejadian tersebut terjadi pada hari Senin bertempat di Ruangan Kepala Sekolah. Dimana korban E yang saat itu guru aktif saat itu dikeroyok secara bersama-sama oleh terdakwa D yang juga merupakan rekan seprofesinya.

baca juga: Sidang Lanjutan Dugaan Korupsi Alkes RSUD Rasidin Padang, KPK Kembali Fasilitasi Kejari Untuk Persidangan Online

Diluar persidangan, pelapor atau korban E mengatakan, laporan berawal saat ia sedang mengajar di kelas pada tanggal 3 Maret 2019 lalu.

"Pada saat itu saya mau pergi ke ruang Kepsek. Disana sudah berdiri puluhan guru lainnya, datang terdakwa memukul dagu kiri dengan sandal tangkelek. Waktu itu juga dipukuli oleh rekan terdakwa lainnya secara bersama-sama," ungkapnya.

baca juga: Baru Bebas Program Asimilasi, PD Tusuk Seorang Pria Gara-gara Hal Sepele di Padang

Dia menambahkan, setelah ribut, Kepala Sekolah mengusir semua guru. "Setelah diluar, dikejar lagi pakai batu. lalu kabur ke ruang perlengkapan sampai aman dan melapor ke Polsek Koto Tangah. Saya berharap tindakan kekerasan ini bisa diadili seadil-adilnya oleh majelis Hakim. Supaya jangan ada aksi seperti premanisme dan kekerasan di sekolah." harapnya.(*)

Editor: Muhammad Haikal