Polda Sumbar Tangkap 20 Penambang Emas Ilegal di Sijunjung

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu dan Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Sumbar AKBP Yunizar Yudhistira
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu dan Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Sumbar AKBP Yunizar Yudhistira (Klikpositif/Haikal)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar melakukan tangkap tangan 20 pelaku Penambang Emas Tanpa Ijin (PETI) di Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Ombilin.

Penambangan emas ilegal

baca juga: Dolar Melemah, Emas Dunia Terus Menguat

tersebut, berlokasi di Jorong Taratak Malintang, Nagari V Koto, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung di dua tempat penambangan yang berbeda.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu mengatakan, di tempat yang pertama ditangkap 10 orang pelaku dengan inisial dan perannya yakni Z (40) operator lapangan, AR (29) operator lokasi, WN (32) operator alat berat, RR (24), TT (22), NZ (20), AR (27), YH (52), TK, dan B (49) sebagai pendulang emas .

baca juga: Harga Emas Dunia Meningkat Terpicu Pelemahan Dolar

Satake menambahkan, di tempat yang kedua juga diamankan 10 pelaku lagi dengan inisial dan perannya J (39) operator lapangan, AJ (23) operator lapangan, LP (28) dan HW (26) helper alat berat, AW (23), M (51),BS (42), AO (28), SOS (26), SA (22) pendulang emas .

"Tempat yang pertama dilakukan penangkapan pada Minggu (8/3/2020) lalu. Dilanjutkan esok harinya di tempat kedua pada Senin (9/3/2020)," katanya saat Press Release di Mapolda Sumbar, Selasa (17/3/2020).

baca juga: Awal Pekan Ini, Emas Batangan Masih di Atas Rp1 Juta Per Gram

"Dari hasil penyelidikan yang dilakukan openyidik pemodal atau pelaku utama penambangan ini yang berinisial EPI dan W ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO)," sambungnya.

Satake menyebut, ada beberapa barang bukti yang disita dalam tangkap tangan PETI tersebut. Diantaranya 3 unit alat berat jenis ekskavator.

baca juga: Usai Turun Beruntun, Harga Emas Batangan Mulai Bangkit

"Pasal yang disangkakan kepada tersangka Pasal 158 Undang-undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana dengan pidana kurungan 10 tahun penjara dan denda sebanyak Rp10 miliar," tuturnya.

Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Sumbar AKBP Yunizar Yudhistira menambahkan, 20 pelaku tersebut ditetapkan tersangka karena mereka menerapkan sistem bagi hasil dengan pemodal. "Bagi hasil itu sesuai dengan peran masing-masing," ujarnya.(*)

Editor: Muhammad Haikal