Waspada Corona, Rumah Sakit Hingga Fasilitas Publik di Bukittinggi Mulai Buat Aturan Pencegahan

RSAM Bukittinggi
RSAM Bukittinggi (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF -- Wabah coronavirus disease (covid-19) terus menjalar dan membuat publik khawatir.

Akibatnya, sejumlah rumah sakit di Bukittinggi, seperti terpantau di akun instagram rumah sakit tersebut, mengambil kebijakan untuk mengantisipasi penyebaran dengan memberlakukan pembatasan kunjungan keluarga pasien.

baca juga: Pasien Sembuh Corona di Pessel Tambah 7 Orang, 213 Orang Masih Positif

Rumah Sakit Yarsi Bukittinggi, per 18 Maret 2020 ini, tak mengizinkan lagi adanya jam kunjungan bagi pasien rawat inap. Tak jauh berbeda, RS Madina juga melakukan hal serupa pada hari ini.

Kebijakan ini dilakukan kedua RS tersebut untuk jangka waktu yang belum ditentukan.

baca juga: Jelang Libur Nataru, Komisi V Pastikan Penerapan Prokes Diperketat

Sementara di Rumah Sakit Ahmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi, KLIKPOSITIF mendapat brosur dari Humas RSAM Mursalman Chaniago berisi pengumuman jika tak ada jam kunjungan atau jam bezuk pagi pasien.

Bahkan, di RSAM, pendampingan pasien rawat inap hanya diizinkan satu orang saja, dengan ketentuan berusia diatas 17 dan dibawah 65 tahun.

baca juga: PPP Kota Solok Ajak Masyarakat Gunakan Hak Pilih

Tak hanya rumah sakit , fasilitas publik semisal Pustaka Bung Hatta juga bakal meniadakan layanan mulai 16-31 Maret 2020.

Covid-19 beredar semakin luas di Indonesia, tercatat penyebarannya terjadi di 8 Provinsi dengan pasien positif sebanyak 172 orang, 7 dinyatakan meninggal dan 8 sembuh.

baca juga: Hari Terakhir Kampanye, Ribuan Massa Pendukung Rusma-Rudi Padati Pantai Muaro Bayang

Belum ada kasus positif di Bukittinggi, hanya saja kemarin RSAM Bukittinggi menerima satu pasien suspect covid-19.

Penulis: Hatta Rizal | Editor: Eko Fajri