DPRD Payakumbuh Tinjau 3 Proyek Pembangunan Bermasalah

Anggota DPRD Komisi B dan C tinjau pembangunan proyek bermasalah di Payakumbuh
Anggota DPRD Komisi B dan C tinjau pembangunan proyek bermasalah di Payakumbuh (Ade Suhendra)
PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF -

Anggota DPRD Payakumbuh Komisi B dan Komisi C meninjau pembangunan proyek di Kota Payakumbuh , Selasa 17 Maret 2020 kemarin. Ketua Komisi C Ahmad Zipal didampingi Ketua Komisi B Maharnis Zul mengatakan peninjauan dilakukan terhadap tiga proyek pembangunan gedung yang dinilai bermasalah.

Hal ini dikatakannya karena proyek pembangunan gedung tersebut tidak rampung dikerjakan pihak rekanan sampai batas waktu kontrak. Ketiga proyek ini adalah proyek pembangunan Kantor Camat Payakumbuh Utara, proyek pembangunan rehabilitasi berat Gedung Olahraga (GOR) M. Yamin Kubu Gadang, dan proyekpembangunan Gedung Sarana dan Prasarana Olah Raga (GOR) tipe B di KelurahanTanjungPauh, Kecamatan Payakumbuh Barat.

baca juga: Jasa Pengiriman Paket di Payakumbuh Didominasi Rendang

Ketua Komisi C, Ahmad Zipal bersama Ketua Komisi B Maharnis Zul dan koordinator Komisi Armen Faindal serta Wulan Denura menjelaskan pihaknya bahwa, pihak DPRD turun meninjau karena ada laporan dari masyarakat yang mempertanyakan pekerjaan ketiga proyek gedung tersebut tidak rampung sesuai dengan batas waktu pelaksanaan pekerjaan.

"Khusus untuk proyek pembangunan kantor Camat Payakumbuh Utara, pekerjaan sudah selesai namun dengan catatan diberi tambahan waktu. Sedangkan pembangun GOR M. Yamin, setelah ditinjau ke lapangan, pekerjaan yang tidak rampung adalah pekerjaan yang tergolong minor yakni pembangunan 2 unit WC," ujarnya.

baca juga: Disetujui DPRD, Pemko Payakumbuh Siapkan Penambahan Lahan untuk Masjid Agung

Lebih lanjut, untuk pekerjaan pembangunan rehab berat GOR M. Yamin bobot pekerjaan yang rampung hanya 80 persen setelah diberi tambahan waktu 50 hari. Tetapi, tambahan waktu 50 hari yang diberikan kepada rekanan pelaksana dikatakannya hanya dimanfaatkan 10 hari dan saat ini pihak pemborong tidak ada lagi di lokasi proyek.

"Sementara itu, terkait proyek pembangun GOR di Kelurahan Tanjung Pauh, sesuai laporan yang diterima anggota Komisi B dan C, bobot pekerjaan sampai batas waktu kontrak dan telah ditambah perpanjangan waktu 50 hari, hanya mampu dikerjakan 45 persen," kata Ahmad Zipal.

baca juga: Stok Darah Semakin Berkurang, PMI Padang Imbau Masyarakat Tidak Takut Donor

Menyikapi hal tersebut, Komisi B dan C DPRD Payakumbuh akan menggelar rapat kerja dengan OPD terkait. Kemudian nantinya akan direkomendasikan ke lembaga dan pimpinan DPRD melalui rapat paripurna yanh akan menententukan sikap bagaimana kelanjutan pembangunan ketiga pembangunan fisik yang bermasalah ini.

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Ramadhani